Syarat Izin Edar Suplemen Kesehatan: Formula, Klaim, Label, dan Dokumen Teknis

Produk suplemen kesehatan semakin populer di Indonesia. Banyak brand mulai menjual vitamin, mineral, collagen, kapsul herbal, gummy vitamin, serbuk minuman, tablet effervescent, produk daya tahan tubuh, produk kecantikan dari dalam, hingga produk nutrisi tambahan untuk gaya hidup sehat.

Namun, produk suplemen kesehatan tidak bisa dipasarkan sembarangan. Suplemen kesehatan perlu dipetakan dari sisi kategori, formula, bahan, klaim, label, mutu, keamanan, stabilitas, produsen, dan dokumen teknis. BPOM memiliki Peraturan BPOM Nomor 32 Tahun 2022 tentang Kriteria dan Tata Laksana Registrasi Suplemen Kesehatan, yang menggantikan aturan registrasi suplemen kesehatan sebelumnya.

Selain itu, BPOM juga memiliki Peraturan BPOM Nomor 24 Tahun 2023 tentang Persyaratan Keamanan dan Mutu Suplemen Kesehatan. Regulasi ini penting karena suplemen kesehatan bukan hanya dilihat dari sisi klaim, tetapi juga keamanan dan mutu produk.

Jika Bapak/Ibu sedang menyiapkan produk suplemen dan belum yakin jalur dokumennya, mulai dari Jasa Konsultan Izin Edar Produk. EdarGo membantu mapping apakah produk benar masuk suplemen kesehatan, pangan olahan, obat tradisional, herbal, atau kategori lain.


Apa Itu Suplemen Kesehatan?

Suplemen kesehatan adalah produk yang digunakan untuk melengkapi kebutuhan zat gizi, memelihara kesehatan, atau mendukung fungsi tubuh tertentu sesuai ketentuan yang berlaku. Produk ini dapat berbentuk kapsul, tablet, serbuk, cairan, gummy, effervescent, atau bentuk lain yang perlu dikaji berdasarkan formula dan klaimnya.

Contoh produk yang sering dikaji sebagai suplemen kesehatan:

  • vitamin C;
  • vitamin D;
  • multivitamin;
  • mineral;
  • collagen;
  • gummy vitamin;
  • tablet effervescent;
  • kapsul herbal;
  • produk daya tahan tubuh;
  • suplemen kecantikan;
  • suplemen rambut dan kulit;
  • produk nutrisi tambahan;
  • serbuk minuman dengan klaim kesehatan;
  • produk probiotik tertentu;
  • produk kombinasi vitamin, mineral, dan bahan herbal.

Namun, tidak semua produk yang “terlihat sehat” otomatis masuk suplemen kesehatan. Produk bisa saja masuk pangan olahan, obat tradisional, obat bahan alam, kosmetik, atau kategori lain tergantung bahan, bentuk sediaan, klaim, dan tujuan penggunaan.

Jika produk Bapak/Ibu berupa minuman atau pangan lokal, baca Jasa Konsultan BPOM MD. Jika produk berasal dari luar negeri, baca Jasa Konsultan BPOM ML.


Kenapa Izin Edar Suplemen Kesehatan Penting?

Izin edar suplemen kesehatan penting karena produk ini berkaitan langsung dengan konsumsi manusia dan klaim manfaat kesehatan. Konsumen sering mengonsumsi suplemen secara rutin, sehingga aspek keamanan, mutu, label, klaim, dosis, aturan pakai, dan peringatan harus diperhatikan.

BPOM juga memiliki kanal layanan registrasi untuk komoditas Obat Bahan Alam, Obat Kuasi, dan Suplemen Kesehatan. Dalam dokumen standar pelayanan registrasi, terdapat bagian khusus mengenai persyaratan registrasi baru suplemen kesehatan dan tahapan pra-registrasi.

Bagi brand owner, izin edar suplemen kesehatan membantu:

  • membangun kepercayaan konsumen;
  • memudahkan masuk marketplace dan distributor;
  • mengurangi risiko klaim produk yang tidak tepat;
  • memperjelas kategori produk;
  • memastikan label lebih rapi;
  • menata dokumen produsen atau maklon;
  • memperkuat kredibilitas brand;
  • menghindari salah jalur antara pangan, herbal, kosmetik, atau suplemen.

Perbedaan Suplemen Kesehatan, Pangan Olahan, dan Obat Tradisional

Salah satu kesalahan umum pelaku usaha adalah menganggap semua produk “sehat” masuk kategori yang sama. Padahal, kategori produk sangat menentukan syarat dokumen dan alur izin.

AspekSuplemen KesehatanPangan OlahanObat Tradisional / Herbal
Fokus utamaMelengkapi kebutuhan zat gizi atau mendukung kesehatan sesuai ketentuanProduk pangan untuk konsumsi umumBahan alam/herbal dengan tujuan penggunaan tertentu
Bentuk umumKapsul, tablet, gummy, serbuk, cairan, effervescentMakanan/minuman kemasanKapsul herbal, jamu, serbuk, cairan, simplisia olahan
KlaimPerlu sangat hati-hati karena berkaitan dengan kesehatanKlaim pangan/gizi mengikuti kategori panganKlaim tradisional/herbal perlu sesuai ketentuan
Dokumen utamaFormula, bahan aktif, dosis, mutu, keamanan, label, stabilitasKomposisi, label pangan, sarana produksi, izin panganFormula bahan alam, mutu, keamanan, klaim tradisional
Risiko salah kategoriProduk bisa dianggap pangan, obat tradisional, atau kategori lainProduk pangan bisa salah memakai klaim kesehatanHerbal bisa salah diklaim sebagai suplemen/pangan

Untuk produk yang belum jelas kategorinya, jangan langsung mencetak label atau membuat klaim. Lakukan mapping awal melalui Jasa Konsultan Izin Edar Produk.


Syarat Awal Izin Edar Suplemen Kesehatan

Syarat izin edar suplemen kesehatan dapat berbeda tergantung bentuk produk, formula, bahan, produsen, klaim, asal produk, dan dokumen pendukung. Namun, secara umum pelaku usaha perlu menyiapkan beberapa kelompok dokumen berikut.


1. Legalitas Pelaku Usaha

Legalitas usaha menjadi dasar awal. Pelaku usaha perlu memastikan identitas perusahaan, penanggung jawab, dan kegiatan usaha sudah sesuai.

Data yang perlu disiapkan:

  • NIB atau legalitas usaha;
  • nama pelaku usaha atau badan usaha;
  • alamat usaha;
  • data penanggung jawab;
  • KBLI yang relevan;
  • status sebagai produsen, brand owner, distributor, importir, atau pemegang izin edar;
  • dokumen pendukung usaha jika diperlukan.

Jika legalitas usaha belum rapi, proses dokumen produk akan lebih sulit. Untuk memahami hubungan NIB, OSS, PB UMKU, dan izin produk, baca Syarat dan Cara Pengurusan Izin Edar.


2. Data Produk

Data produk adalah inti proses mapping. Brand perlu menjelaskan produk secara jelas, bukan hanya menyebut “vitamin” atau “collagen”.

Data produk yang perlu disiapkan:

  • nama produk;
  • merek;
  • kategori produk;
  • bentuk sediaan;
  • ukuran kemasan;
  • isi bersih;
  • jumlah kapsul/tablet/sachet/botol;
  • aturan pakai;
  • target konsumen;
  • masa simpan;
  • cara penyimpanan;
  • negara asal jika produk impor;
  • status produksi: sendiri, maklon, atau impor.

Contoh: collagen powder, gummy vitamin, kapsul herbal, tablet vitamin C, dan minuman serbuk kesehatan bisa memiliki jalur dan dokumen berbeda.


3. Formula dan Komposisi

Formula adalah bagian paling penting pada produk suplemen kesehatan. BPOM mengatur persyaratan keamanan dan mutu suplemen kesehatan melalui Peraturan BPOM Nomor 24 Tahun 2023, sehingga komposisi dan bahan produk tidak boleh disusun sembarangan.

Data formula yang perlu disiapkan:

  • daftar bahan aktif;
  • bahan tambahan;
  • kadar atau jumlah per sajian;
  • sumber bahan;
  • bahan hewani/nabati/sintetik;
  • bahan impor jika ada;
  • fungsi masing-masing bahan;
  • dokumen spesifikasi bahan;
  • batas keamanan bahan;
  • justifikasi formula jika diperlukan.

Produk dengan banyak bahan aktif, kombinasi vitamin-mineral-herbal, atau klaim khusus perlu dikaji lebih hati-hati.


4. Dokumen Bahan Baku

Bahan baku harus dapat ditelusuri. Brand owner perlu meminta dokumen dari produsen atau maklon agar formula tidak hanya berupa daftar nama bahan tanpa bukti pendukung.

Dokumen bahan yang sebaiknya diminta:

  • spesifikasi bahan;
  • certificate of analysis jika tersedia;
  • dokumen halal bahan jika relevan;
  • dokumen asal bahan;
  • dokumen bahan impor;
  • informasi bahan hewani jika ada;
  • standar mutu bahan;
  • batas cemaran jika relevan;
  • data keamanan bahan tertentu.

Untuk produk halal, bahan dan pemasok juga perlu dipetakan lebih detail agar proses halal tidak bermasalah.


5. Dokumen Produsen atau Maklon

Jika produk dibuat oleh maklon, brand owner perlu memahami dokumen produsen. Jangan hanya meminta harga produksi dan desain kemasan.

Dokumen yang perlu diminta:

  • nama dan alamat produsen;
  • legalitas produsen;
  • status fasilitas produksi;
  • dokumen mutu;
  • dokumen produksi;
  • formula;
  • spesifikasi produk jadi;
  • dokumen bahan baku;
  • catatan batch jika sudah produksi;
  • dokumen pendukung stabilitas dan mutu jika tersedia.

Produk suplemen kesehatan berkaitan dengan keamanan dan mutu, sehingga data produsen sangat penting. Jika brand menggunakan sistem maklon, baca juga artikel Checklist Dokumen Maklon yang Wajib Diminta Brand Owner Sebelum Launching Produk melalui halaman layanan utama EdarGo.


6. Spesifikasi Produk Jadi

Spesifikasi produk jadi menjelaskan standar mutu produk setelah diproduksi.

Yang perlu disiapkan:

  • bentuk produk;
  • warna;
  • aroma;
  • rasa jika ada;
  • kadar bahan aktif;
  • berat bersih;
  • keseragaman bobot;
  • parameter mutu;
  • parameter cemaran jika relevan;
  • batas mikroba jika relevan;
  • kondisi penyimpanan;
  • masa simpan.

Spesifikasi ini membantu memastikan produk yang dijual konsisten dari batch ke batch.


7. Uji Stabilitas

Stabilitas produk sangat penting untuk membuktikan bahwa produk tetap memenuhi mutu selama masa simpan. BPOM telah menerbitkan Peraturan BPOM Nomor 6 Tahun 2025 tentang Pedoman Uji Stabilitas Suplemen Kesehatan. Regulasi tersebut disahkan pada 21 Februari 2025 dan diundangkan pada 20 Maret 2025.

Data stabilitas dapat berkaitan dengan:

  • masa simpan;
  • kondisi penyimpanan;
  • jenis kemasan;
  • perubahan fisik;
  • perubahan kadar bahan aktif;
  • parameter mutu produk;
  • data pendukung klaim masa simpan.

Banyak brand ingin menulis masa simpan panjang, tetapi belum memiliki data pendukung yang cukup. Ini perlu dihindari.


8. Draft Label Suplemen Kesehatan

Label suplemen kesehatan harus disusun dengan hati-hati. Label bukan hanya desain, tetapi informasi legal dan teknis yang dibaca konsumen.

Elemen label yang perlu diperhatikan:

  • nama produk;
  • nama brand;
  • bentuk sediaan;
  • komposisi;
  • jumlah bahan aktif per sajian;
  • aturan pakai;
  • peringatan;
  • kontraindikasi jika relevan;
  • cara penyimpanan;
  • isi bersih;
  • nama dan alamat pihak bertanggung jawab;
  • nomor izin edar setelah terbit;
  • tanggal kedaluwarsa;
  • kode produksi;
  • klaim produk;
  • informasi halal jika sudah bersertifikat.

Untuk review label, gunakan Jasa Konsultan Label BPOM.


9. Klaim Suplemen Kesehatan

Klaim suplemen kesehatan adalah bagian yang paling sensitif. Banyak brand memakai klaim seperti:

  • meningkatkan imun;
  • menjaga stamina;
  • memperbaiki metabolisme;
  • membantu menurunkan berat badan;
  • menjaga kesehatan kulit;
  • anti-aging dari dalam;
  • meningkatkan fokus;
  • membantu tidur;
  • meningkatkan kesuburan;
  • menyembuhkan penyakit.

Klaim seperti ini tidak boleh dibuat asal. Klaim harus sesuai kategori produk, formula, dokumen pendukung, dan ketentuan yang berlaku. Hindari klaim yang terdengar seperti pengobatan penyakit.

Contoh klaim yang perlu dihindari:

  • menyembuhkan diabetes;
  • mengobati kanker;
  • menghilangkan hipertensi;
  • menyembuhkan gangguan ginjal;
  • menurunkan berat badan tanpa diet;
  • menghilangkan jerawat dari dalam secara permanen;
  • hasil terlihat dalam satu hari;
  • aman untuk semua orang tanpa efek samping.

Klaim kesehatan yang terlalu kuat dapat membuat produk berisiko salah kategori atau bermasalah pada label dan promosi.


10. Dokumen Produk Impor

Jika suplemen berasal dari luar negeri, dokumen impor perlu disiapkan lebih lengkap.

Data yang perlu dikumpulkan:

  • legalitas importir;
  • dokumen principal;
  • negara asal;
  • label asli;
  • label bahasa Indonesia;
  • formula;
  • spesifikasi produk;
  • dokumen mutu;
  • certificate of analysis;
  • dokumen halal jika ada;
  • dokumen fasilitas produksi;
  • surat penunjukan atau kerja sama;
  • data klaim dari negara asal.

Produk impor jangan langsung memakai klaim luar negeri tanpa review. Klaim yang berlaku di negara asal belum tentu tepat digunakan di Indonesia.

Untuk produk impor, gunakan Jasa Konsultan BPOM ML jika produk berkaitan dengan pangan impor atau perlu mapping dokumen impor. Untuk produk suplemen impor, mulai dari Jasa Konsultan Izin Edar Produk agar kategorinya dipetakan lebih dahulu.


Tabel Checklist Syarat Izin Edar Suplemen Kesehatan

Kelompok DokumenYang Perlu DisiapkanCatatan Penting
Legalitas usahaNIB, data usaha, penanggung jawabHarus sesuai peran: produsen, brand, importir, distributor
Data produkNama, bentuk sediaan, kemasan, aturan pakaiJangan hanya menyebut “vitamin” secara umum
FormulaBahan aktif, bahan tambahan, kadar per sajianHarus sesuai keamanan dan mutu
Bahan bakuSpesifikasi, asal bahan, dokumen halal, COAPenting untuk mutu dan ketertelusuran
Produsen/maklonLegalitas, fasilitas, dokumen mutuBrand wajib memahami dokumen produsen
Produk jadiSpesifikasi fisik, mutu, cemaran, masa simpanMenentukan standar produk
StabilitasData masa simpan dan kondisi penyimpananMengacu pada pedoman stabilitas suplemen
LabelKomposisi, aturan pakai, peringatan, klaimReview sebelum cetak
KlaimKlaim kesehatan, fungsi, manfaatHindari klaim pengobatan penyakit
Produk imporPrincipal, label asli, label Indonesia, dokumen mutuJangan asal terjemahkan klaim luar negeri

Cara Mengurus Izin Edar Suplemen Kesehatan Secara Umum

Berikut alur umum yang perlu dipahami pelaku usaha.

1. Mapping Kategori Produk

Langkah pertama adalah memastikan produk benar masuk kategori suplemen kesehatan. Produk yang mengandung herbal, vitamin, mineral, collagen, atau bahan fungsional perlu dikaji berdasarkan formula, bentuk sediaan, dan klaim.

Jika produk ternyata pangan olahan, obat tradisional, atau kosmetik, jalur izinnya akan berbeda.


2. Cek Legalitas Usaha

Pastikan NIB, data usaha, dan status pelaku usaha sudah sesuai. Apakah Bapak/Ibu bertindak sebagai produsen, brand owner, importir, distributor, atau pemegang izin edar?


3. Siapkan Formula dan Dokumen Bahan

Formula harus jelas. Setiap bahan perlu diketahui fungsi, jumlah, dan dokumen pendukungnya. Untuk bahan tertentu, keamanan dan mutu perlu dikaji lebih dalam sesuai regulasi.


4. Cek Dokumen Produsen atau Maklon

Jika produk dibuat oleh maklon, mintalah dokumen teknis sejak awal. Jangan menunggu proses registrasi berjalan.


5. Siapkan Spesifikasi Produk dan Stabilitas

Produk suplemen harus punya standar mutu. Jika ingin mencantumkan masa simpan tertentu, stabilitas produk perlu diperhatikan. Pedoman uji stabilitas suplemen kesehatan telah diatur dalam Peraturan BPOM Nomor 6 Tahun 2025.


6. Review Label dan Klaim

Sebelum mencetak kemasan, review label dan klaim. Jangan menulis klaim pengobatan penyakit atau klaim hasil instan.

Gunakan Jasa Konsultan Label BPOM untuk pengecekan awal.


7. Ajukan Melalui Mekanisme Resmi

Registrasi suplemen kesehatan mengikuti mekanisme layanan BPOM untuk komoditas terkait. Dokumen standar pelayanan registrasi OTSKK memuat adanya persyaratan registrasi baru suplemen kesehatan, termasuk pra-registrasi.


8. Tindak Lanjuti Koreksi

Dalam proses pengurusan, dapat muncul permintaan koreksi, tambahan dokumen, atau klarifikasi. Karena itu, dokumen awal sebaiknya dibuat serapi mungkin.


Kesalahan Umum Saat Menyiapkan Produk Suplemen

Berikut kesalahan yang sering terjadi.

1. Menganggap Semua Produk Sehat Adalah Suplemen

Produk collagen drink, minuman herbal, gummy, serbuk, atau kapsul tidak otomatis suplemen. Kategorinya harus dimapping.

2. Klaim Terlalu Menyembuhkan

Suplemen bukan obat untuk menyembuhkan penyakit. Klaim seperti menyembuhkan diabetes, kanker, hipertensi, ginjal, atau penyakit kronis sangat berisiko.

3. Formula Tidak Jelas

Brand hanya tahu nama bahan populer, tetapi tidak tahu dosis, sumber bahan, dan dokumen pendukung.

4. Tidak Ada Dokumen Bahan

Bahan baku tidak memiliki spesifikasi, COA, atau dokumen pemasok yang jelas.

5. Label Dicetak Sebelum Review

Label suplemen perlu lebih hati-hati karena memuat aturan pakai, peringatan, dosis, dan klaim kesehatan.

6. Masa Simpan Ditulis Tanpa Data

Masa simpan harus didukung data yang memadai. Dengan adanya pedoman uji stabilitas suplemen kesehatan, brand perlu lebih serius menyiapkan data stabilitas.

7. Produk Impor Langsung Diterjemahkan

Label luar negeri tidak boleh langsung diterjemahkan mentah-mentah. Klaim, aturan pakai, dan peringatan perlu disesuaikan.

8. Tidak Memahami Perbedaan Suplemen dan Obat Tradisional

Produk berbasis herbal bisa saja lebih tepat dikaji sebagai obat tradisional atau obat bahan alam, tergantung formula dan klaim.


Contoh Klaim Suplemen yang Perlu Direview

Klaim BerisikoKenapa Perlu Hati-HatiAlternatif Lebih Hati-Hati
Menyembuhkan diabetesKlaim pengobatan penyakitMembantu memenuhi kebutuhan nutrisi tertentu, jika sesuai
Mengobati kankerKlaim penyakit seriusHindari klaim seperti ini
Menurunkan berat badan tanpa dietMenjanjikan hasil tidak realistisMembantu mendukung gaya hidup sehat, jika sesuai
Meningkatkan imun secara instanKlaim terlalu kuatMembantu menjaga daya tahan tubuh, jika sesuai
Menghilangkan jerawat dari dalamKlaim terlalu spesifik dan berisikoMembantu memenuhi nutrisi untuk kesehatan kulit, jika sesuai
Aman untuk semua orangKlaim keamanan absolutGunakan sesuai aturan pakai dan peringatan
Tanpa efek sampingTerlalu absolutKonsultasikan jika memiliki kondisi khusus
Hasil dalam 3 hariKlaim instanHindari janji hasil pasti

Klaim tetap harus disesuaikan dengan formula, data pendukung, kategori produk, dan ketentuan resmi.


Hubungan Suplemen Kesehatan dengan Halal

Suplemen kesehatan juga sering membutuhkan sertifikasi halal, terutama jika produk mengandung kapsul gelatin, bahan hewani, flavor, enzim, emulsifier, atau bahan impor.

Yang perlu diperhatikan:

  • asal bahan;
  • pemasok bahan;
  • dokumen halal bahan;
  • fasilitas produksi;
  • potensi kontaminasi;
  • label halal setelah sertifikat terbit;
  • status halal produk impor jika ada.

Jika brand ingin mengurus halal bersamaan dengan izin edar, dokumen bahan dan pemasok harus disiapkan lebih awal.


Hubungan Suplemen dengan Label BPOM

Label suplemen kesehatan harus dibuat lebih hati-hati daripada label produk biasa karena berisi informasi yang berpengaruh pada cara konsumsi.

Bagian yang perlu dicek:

  • nama produk;
  • komposisi;
  • jumlah bahan aktif;
  • aturan pakai;
  • peringatan;
  • klaim;
  • target pengguna;
  • kondisi penyimpanan;
  • tanggal kedaluwarsa;
  • nomor batch;
  • pihak bertanggung jawab;
  • nomor izin edar setelah terbit.

Untuk review awal, gunakan Jasa Konsultan Label BPOM.


Hubungan Suplemen dengan Produk Pangan dan Herbal

Banyak produk berada di area abu-abu antara pangan, herbal, dan suplemen. Contohnya:

  • minuman collagen;
  • serbuk kunyit asam;
  • kapsul herbal;
  • minuman jahe dengan klaim kesehatan;
  • gummy vitamin;
  • kopi diet;
  • teh herbal pelangsing;
  • madu herbal;
  • kapsul ekstrak tanaman.

Produk seperti ini harus dimapping berdasarkan formula, bentuk, klaim, dan aturan pakai. Jika salah kategori, proses izin bisa menjadi lebih panjang dan label harus diubah.


Kapan Harus Menggunakan Jasa Konsultan Izin Edar Suplemen?

Bapak/Ibu sebaiknya menggunakan jasa konsultan jika:

  • belum yakin produk masuk suplemen, pangan, atau herbal;
  • formula mengandung banyak bahan aktif;
  • produk menggunakan klaim kesehatan;
  • produk dibuat oleh maklon;
  • produk berasal dari luar negeri;
  • label belum pernah direview;
  • masa simpan belum punya data pendukung;
  • bahan baku belum memiliki dokumen lengkap;
  • produk ingin masuk marketplace, distributor, atau retail;
  • tidak punya tim regulatory internal.

Menggunakan konsultan bukan berarti izin pasti terbit. Namun, konsultan membantu memetakan jalur, merapikan dokumen, dan mengurangi risiko kesalahan awal.


Bagaimana EdarGo Membantu Produk Suplemen Kesehatan?

EdarGo membantu brand owner, produsen, importir, dan distributor melakukan mapping awal izin edar suplemen kesehatan.

Layanan yang dapat dibantu:

  • mapping kategori produk;
  • cek apakah produk cenderung suplemen, pangan, herbal, atau kategori lain;
  • review formula dan komposisi secara awal;
  • checklist dokumen bahan;
  • checklist dokumen produsen atau maklon;
  • review label dan klaim;
  • review risiko klaim kesehatan;
  • mapping halal jika diperlukan;
  • koordinasi dokumen produk impor;
  • pendampingan sesuai ruang lingkup yang disepakati.

Untuk memulai, gunakan Jasa Konsultan Izin Edar Produk. Jika label dan klaim sudah tersedia, gunakan Jasa Konsultan Label BPOM.

EdarGo tidak menjanjikan izin pasti terbit. Keputusan tetap mengikuti sistem dan evaluasi lembaga berwenang. Fokus EdarGo adalah membantu dokumen, label, klaim, dan alur pengurusan menjadi lebih rapi.


Konsultasikan Produk Suplemen Anda dengan EdarGo

Jika Bapak/Ibu sedang menyiapkan suplemen kesehatan, collagen, gummy vitamin, kapsul herbal, serbuk minuman, atau produk nutrisi tambahan, konsultasikan dulu sebelum produksi massal dan cetak kemasan.

WhatsApp: 0811-142-518
Perusahaan: PT. Apta Konsultan Indonesia
Alamat: JL. Kayu Manis Barat No. 78, Matraman, Jakarta Timur

Format pesan yang bisa dikirim:

Halo EdarGo, saya ingin konsultasi izin edar suplemen kesehatan.
Produk saya: [vitamin/collagen/kapsul/gummy/serbuk/dll]
Produksi: [maklon/produksi sendiri/impor]
Klaim utama: [daya tahan tubuh/kulit/stamina/dll]
Saya ingin cek kategori, formula, label, klaim, dan dokumen teknis yang perlu disiapkan.

Mulai dari sini: Jasa Konsultan Izin Edar Produk


FAQ Izin Edar Suplemen Kesehatan

1. Apa regulasi utama registrasi suplemen kesehatan?

Salah satu rujukan utama adalah Peraturan BPOM Nomor 32 Tahun 2022 tentang Kriteria dan Tata Laksana Registrasi Suplemen Kesehatan. JDIH BPOM mencatat regulasi ini sebagai Peraturan BPOM terkait komoditi suplemen kesehatan.

2. Apa regulasi keamanan dan mutu suplemen kesehatan?

BPOM memiliki Peraturan BPOM Nomor 24 Tahun 2023 tentang Persyaratan Keamanan dan Mutu Suplemen Kesehatan.

3. Apakah produk collagen drink termasuk suplemen kesehatan?

Tidak otomatis. Collagen drink bisa perlu dimapping berdasarkan bentuk produk, komposisi, klaim, dan cara penggunaan. Bisa saja produk masuk pangan olahan, suplemen, atau kategori lain.

4. Apakah klaim “menyembuhkan penyakit” boleh untuk suplemen?

Tidak disarankan. Klaim pengobatan penyakit sangat berisiko dan dapat membuat produk salah kategori. Klaim harus disesuaikan dengan ketentuan dan dokumen pendukung.

5. Apakah produk impor bisa langsung memakai label luar negeri?

Tidak. Produk impor perlu review label bahasa Indonesia, komposisi, klaim, aturan pakai, peringatan, dokumen principal, dan kategori produk.

6. Apakah uji stabilitas penting untuk suplemen kesehatan?

Ya. BPOM telah menerbitkan Peraturan BPOM Nomor 6 Tahun 2025 tentang Pedoman Uji Stabilitas Suplemen Kesehatan.

7. Apakah EdarGo menjamin izin edar suplemen pasti terbit?

Tidak. EdarGo tidak menjanjikan izin pasti terbit. EdarGo membantu mapping, review dokumen, review label, review klaim, dan pendampingan agar proses lebih rapi.