Cara Menyiapkan Produk Skincare agar Lebih Siap Notifikasi Kosmetik

Banyak brand skincare memulai bisnis dari ide produk yang menarik: serum brightening, moisturizer untuk skin barrier, sunscreen, acne care, toner, facial wash, body lotion, body serum, hingga parfum dan body mist. Namun, sebelum produk dipasarkan, brand perlu memahami bahwa skincare termasuk kategori kosmetik dan perlu disiapkan dari sisi dokumen, label, klaim, formula, dan penanggung jawab produk.

Notifikasi kosmetik bukan hanya soal mendapatkan nomor. Proses ini berkaitan dengan kesiapan brand untuk memastikan produk, penandaan, promosi, komposisi, dan dokumen teknis lebih tertata. JDIH BPOM mencatat Peraturan BPOM Nomor 21 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pengajuan Notifikasi Kosmetika sebagai regulasi yang berlaku untuk tata cara pengajuan notifikasi kosmetika.

Selain itu, brand skincare juga perlu memperhatikan penandaan, promosi, dan iklan kosmetik. Peraturan BPOM Nomor 18 Tahun 2024 mengatur penandaan, promosi, dan iklan kosmetik, sehingga klaim pada label, marketplace, landing page, iklan, dan media sosial sebaiknya tidak dibuat sembarangan.

Jika Bapak/Ibu sedang menyiapkan produk skincare dan belum yakin dokumen apa yang perlu disiapkan, mulai dari Jasa Konsultan Izin Edar Produk. Jika label dan klaim sudah ada, lakukan pengecekan lebih dulu melalui Jasa Konsultan Label BPOM.


Kenapa Produk Skincare Harus Disiapkan Sebelum Notifikasi?

Banyak brand baru mengira bahwa proses notifikasi kosmetik hanya urusan maklon atau produsen. Padahal, brand owner tetap perlu memahami produk yang dijual. Konsumen akan mengenal produk dari nama brand, klaim, kemasan, dan pengalaman penggunaan, bukan dari dokumen internal pabrik.

Jika dokumen tidak disiapkan sejak awal, beberapa risiko bisa terjadi:

  • label sudah dicetak tetapi harus direvisi;
  • klaim skincare terlalu medis atau terlalu berlebihan;
  • komposisi belum konsisten antara dokumen maklon dan label;
  • varian produk belum dipisahkan dengan jelas;
  • dokumen maklon belum lengkap;
  • promosi marketplace tidak selaras dengan label;
  • brand tidak tahu siapa pemilik nomor notifikasi;
  • produk sulit masuk distributor, marketplace, atau kerja sama retail.

Produk kosmetik yang teregistrasi dapat dicek di kanal Cek BPOM pada kategori Kosmetika, sehingga brand sebaiknya memastikan dokumen dan identitas produk tertata dengan baik sebelum dipasarkan secara luas.


Produk Apa Saja yang Masuk Kategori Skincare dan Kosmetik?

Produk skincare adalah bagian dari kosmetik. Selain skincare, beberapa produk beauty dan personal care juga dapat masuk kategori kosmetik.

Contoh produk yang perlu dimapping untuk notifikasi kosmetik:

  • serum wajah;
  • moisturizer;
  • sunscreen;
  • toner;
  • essence;
  • face wash;
  • cleansing balm;
  • micellar water;
  • face mist;
  • eye cream;
  • acne care kosmetik;
  • body lotion;
  • body serum;
  • body scrub;
  • body wash;
  • deodorant;
  • shampoo;
  • conditioner;
  • hair tonic;
  • hair serum;
  • parfum;
  • body mist;
  • lip tint;
  • lip balm;
  • makeup.

Namun, tidak semua produk bertema “beauty” otomatis kosmetik. Produk seperti minuman kolagen, gummy vitamin kulit, kapsul rambut, jamu kecantikan, atau suplemen kulit perlu dimapping ulang karena bisa masuk kategori pangan olahan, suplemen kesehatan, obat tradisional, atau kategori lain.

Jika produk Bapak/Ibu berupa makanan/minuman lokal, baca Jasa Konsultan BPOM MD. Jika produk berasal dari luar negeri, baca Jasa Konsultan BPOM ML.


Syarat Awal yang Perlu Disiapkan Brand Skincare

Syarat notifikasi kosmetik dapat berbeda tergantung status brand, produsen, maklon, importir, formula, bahan, klaim, dan jenis produk. Namun, secara umum, brand skincare perlu menyiapkan beberapa kelompok data berikut.


1. Legalitas Brand atau Pelaku Usaha

Brand perlu memiliki identitas usaha yang jelas. Legalitas ini membantu menentukan pihak yang bertanggung jawab terhadap produk.

Data yang perlu disiapkan:

  • nama pelaku usaha atau badan usaha;
  • NIB atau legalitas usaha yang relevan;
  • alamat usaha;
  • data penanggung jawab;
  • status sebagai brand owner, produsen, distributor, atau importir;
  • hubungan kerja sama dengan maklon jika produk diproduksi pihak lain;
  • data kontak yang aktif.

Legalitas brand harus selaras dengan dokumen produk, label, dan perjanjian kerja sama. Jangan sampai label mencantumkan pihak yang berbeda dengan dokumen yang diajukan.


2. Data Maklon atau Produsen Kosmetik

Sebagian besar brand skincare baru menggunakan sistem maklon. Ini boleh saja, tetapi brand owner perlu meminta dokumen sejak awal.

Data yang perlu diminta ke maklon:

  • nama produsen;
  • alamat fasilitas produksi;
  • legalitas produsen;
  • status fasilitas produksi;
  • data formula atau komposisi;
  • spesifikasi produk;
  • data bahan;
  • dokumen mutu;
  • data varian produk;
  • informasi kemasan;
  • dokumen pendukung klaim jika tersedia;
  • status proses notifikasi;
  • siapa pemilik nomor notifikasi.

BPOM telah menerbitkan regulasi baru terkait Sertifikasi Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik, yaitu Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2026 yang tercatat berlaku di JDIH BPOM. Ini memperkuat pentingnya brand memahami kesiapan produsen atau maklon, bukan hanya desain kemasan dan harga produksi.


3. Formula dan Komposisi Produk

Formula atau komposisi adalah inti produk skincare. Brand owner perlu memahami komposisi, minimal untuk kebutuhan label, klaim, dokumen produk, dan komunikasi dengan konsumen.

Yang perlu dicek:

  • bahan utama;
  • bahan aktif;
  • bahan pengawet;
  • bahan pewangi;
  • bahan pewarna;
  • bahan yang dibatasi;
  • bahan yang tidak boleh digunakan;
  • konsentrasi bahan tertentu jika relevan;
  • fungsi masing-masing bahan;
  • apakah formula sesuai klaim.

JDIH BPOM mencatat Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2025 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetik sebagai regulasi yang berlaku dan terkait langsung dengan komoditi kosmetik.

Karena itu, brand jangan hanya bertanya “bahan aktifnya apa?”, tetapi juga perlu memastikan bahan yang digunakan sesuai ketentuan dan klaim yang dibuat.


4. Spesifikasi Produk

Spesifikasi produk membantu menjelaskan karakter produk yang akan dipasarkan.

Data spesifikasi yang sebaiknya disiapkan:

  • bentuk sediaan, misalnya gel, cream, lotion, liquid, balm, oil, powder;
  • warna;
  • aroma;
  • tekstur;
  • pH jika relevan;
  • isi bersih atau netto;
  • ukuran kemasan;
  • jenis kemasan;
  • masa simpan;
  • kondisi penyimpanan;
  • standar mutu internal;
  • parameter pengujian jika tersedia.

Spesifikasi ini penting agar produk yang diproduksi konsisten dari batch ke batch.


5. Draft Label atau Penandaan Produk

Label skincare harus disiapkan sebelum kemasan dicetak. Banyak brand sudah punya desain yang menarik, tetapi informasi wajib dan klaim belum direview.

Bagian label yang perlu dicek:

  • nama produk;
  • nama brand;
  • fungsi produk;
  • cara penggunaan;
  • komposisi;
  • netto atau isi bersih;
  • nama dan alamat pihak yang bertanggung jawab;
  • batch number atau kode produksi;
  • tanggal kedaluwarsa atau masa berlaku;
  • peringatan jika diperlukan;
  • klaim produk;
  • nomor notifikasi setelah terbit;
  • varian shade, aroma, ukuran, atau tipe produk jika ada.

Label dan promosi kosmetik harus selaras karena BPOM mengatur penandaan, promosi, dan iklan kosmetik dalam regulasi khusus.

Untuk review sebelum cetak, gunakan Jasa Konsultan Label BPOM.


6. Klaim Skincare

Klaim skincare adalah bagian yang sangat sensitif. Banyak brand ingin produknya terlihat kuat di pasar, lalu memakai klaim yang terlalu agresif.

Contoh klaim yang perlu hati-hati:

  • menghilangkan jerawat;
  • menyembuhkan eksim;
  • memutihkan permanen;
  • menghilangkan flek total;
  • menumbuhkan rambut botak;
  • hasil instan;
  • tanpa efek samping;
  • aman untuk semua orang;
  • memperbaiki skin barrier dalam semalam;
  • mengobati iritasi.

Klaim kosmetik sebaiknya tetap berada dalam wilayah perawatan dan penampilan, bukan pengobatan penyakit. Klaim seperti “membantu merawat kulit berjerawat” biasanya lebih hati-hati daripada “mengobati jerawat”, tetapi tetap perlu disesuaikan dengan formula dan dokumen pendukung.


7. Data Varian Produk

Skincare dan kosmetik sering memiliki banyak varian. Setiap varian harus didata dengan jelas.

Contoh varian:

  • serum brightening dan serum acne care;
  • sunscreen SPF berbeda;
  • moisturizer untuk kulit kering dan berminyak;
  • body lotion aroma berbeda;
  • lip tint shade berbeda;
  • parfum dengan varian aroma;
  • face wash untuk jenis kulit berbeda.

Jangan menganggap semua varian bisa memakai data yang sama. Jika formula, aroma, warna, shade, klaim, atau ukuran berbeda, dokumen perlu disiapkan sesuai varian.


8. Dokumen Pendukung Klaim

Jika brand menggunakan klaim tertentu, siapkan dokumen pendukung. Klaim tidak boleh dibuat hanya karena sedang tren.

Contoh klaim yang perlu dukungan lebih kuat:

  • brightening;
  • acne care;
  • anti-aging;
  • barrier repair;
  • sensitive skin;
  • SPF/PA;
  • dermatologically tested;
  • non-comedogenic;
  • hypoallergenic;
  • natural;
  • vegan;
  • halal;
  • fragrance free;
  • alcohol free.

Dokumen pendukung dapat berasal dari data formula, spesifikasi bahan, hasil pengujian, dokumen dari maklon, atau dokumen lain sesuai kebutuhan klaim.


Tabel Checklist Kesiapan Produk Skincare

KomponenYang Perlu DicekRisiko Jika Tidak Dicek
Legalitas brandNIB, data usaha, penanggung jawabData tidak sinkron dengan dokumen
Maklon/produsenData fasilitas, dokumen mutu, status CPKBBrand tidak tahu kesiapan produsen
FormulaBahan, fungsi, konsentrasi, batasan bahanKlaim tidak sesuai formula
Spesifikasi produkBentuk, warna, aroma, pH, kemasan, masa simpanProduk tidak konsisten
LabelNama, fungsi, komposisi, netto, peringatanKemasan berisiko revisi
KlaimBrightening, acne care, SPF, anti-agingKlaim bisa terlalu agresif
VarianShade, aroma, ukuran, formulaData varian tercampur
PromosiMarketplace, iklan, media sosialPromosi tidak selaras dengan label
Dokumen pendukungData bahan, mutu, klaim, pengujianSulit menjawab koreksi
Status notifikasiSiapa pemilik nomor dan tanggung jawabKonflik dengan maklon/brand

Langkah Menyiapkan Produk Skincare Sebelum Notifikasi

Berikut alur praktis yang bisa digunakan brand owner.

1. Pastikan Produk Benar Masuk Kosmetik

Langkah pertama adalah memastikan produk benar masuk kategori kosmetik. Jangan sampai produk yang sebenarnya suplemen, pangan, atau herbal dipaksakan menjadi kosmetik.

Contoh produk yang perlu dimapping ulang:

  • collagen drink;
  • vitamin kulit;
  • kapsul pemutih;
  • minuman herbal untuk jerawat;
  • gummy beauty;
  • jamu kecantikan.

Jika produk bukan kosmetik, jalurnya bisa berbeda. Untuk mapping lintas kategori, gunakan Jasa Konsultan Izin Edar Produk.


2. Cek Legalitas Brand

Pastikan brand memiliki data usaha yang rapi. Jika produk memakai maklon, pastikan hubungan brand dan produsen jelas.

Yang perlu dicek:

  • nama usaha;
  • NIB;
  • alamat;
  • penanggung jawab;
  • status brand;
  • perjanjian kerja sama dengan maklon;
  • siapa yang bertanggung jawab atas produk.

3. Minta Dokumen Maklon Sejak Awal

Jangan menunggu menjelang launching. Dokumen maklon sebaiknya diminta sejak awal sebelum desain label final dan sebelum produksi massal.

Dokumen yang diminta:

  • formula;
  • komposisi;
  • spesifikasi produk;
  • data bahan;
  • dokumen mutu;
  • status fasilitas produksi;
  • data varian;
  • dokumen label;
  • dokumen pendukung klaim.

4. Review Formula dan Bahan

Brand harus memastikan formula mendukung klaim yang akan digunakan. Misalnya, jika ingin membuat klaim brightening, acne care, moisturizing, anti-aging, atau barrier care, pastikan formula dan dokumen pendukungnya sejalan.

Regulasi bahan kosmetik perlu diperhatikan karena BPOM memiliki aturan teknis bahan kosmetik yang berlaku, termasuk Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2025.


5. Review Label Sebelum Cetak

Label sebaiknya direview sebelum cetak massal. Jangan sampai label sudah dicetak ribuan pcs, lalu harus direvisi karena klaim, komposisi, alamat, peringatan, atau cara penggunaan belum sesuai.

Gunakan Jasa Konsultan Label BPOM untuk review awal label skincare.


6. Review Klaim Promosi

Review klaim tidak hanya pada label, tetapi juga pada:

  • caption Instagram;
  • script TikTok;
  • konten marketplace;
  • landing page;
  • brosur;
  • katalog;
  • testimoni;
  • iklan berbayar;
  • live shopping;
  • website brand.

Karena regulasi kosmetik juga mencakup promosi dan iklan, brand perlu menjaga komunikasi produk tetap selaras dengan label.


7. Pisahkan Data Setiap Varian

Jika produk memiliki banyak varian, buat tabel data per varian. Minimal berisi:

  • nama varian;
  • formula atau perbedaan formula;
  • warna/aroma/shade;
  • netto;
  • klaim;
  • kemasan;
  • label;
  • status dokumen;
  • status notifikasi.

Ini akan sangat membantu saat brand berkembang dan memiliki banyak SKU.


8. Pastikan Siapa Pemilik Nomor Notifikasi

Brand owner perlu memahami sejak awal: nomor notifikasi diterbitkan atas nama siapa? Apakah atas nama brand, maklon, distributor, atau pihak lain?

Hal ini harus jelas dalam kerja sama, karena dapat berpengaruh jika brand pindah maklon, mengganti formula, atau mengembangkan varian baru.


Kesalahan Umum Brand Skincare Sebelum Notifikasi

Berikut kesalahan yang sering terjadi.

1. Terlalu Fokus pada Packaging

Kemasan bagus penting, tetapi label dan dokumen jauh lebih penting untuk legalitas.

2. Klaim Mengikuti Kompetitor

Kompetitor memakai klaim tertentu bukan berarti klaim itu aman untuk brand Bapak/Ibu.

3. Tidak Minta Formula ke Maklon

Brand owner tidak harus membuka rahasia dagang ke publik, tetapi tetap perlu memahami komposisi untuk kebutuhan label dan dokumen.

4. Menganggap Maklon Mengurus Semua

Maklon dapat membantu, tetapi brand tetap perlu memahami tanggung jawab produk.

5. Label Dicetak Sebelum Direview

Ini bisa menyebabkan biaya revisi besar.

6. Promosi Terlalu Agresif

Label mungkin aman, tetapi iklan terlalu berlebihan.

7. Tidak Mengetahui Status CPKB Produsen

Brand owner perlu memahami kesiapan produsen, terutama jika ingin membangun brand jangka panjang.

8. Semua Varian Dianggap Sama

Varian berbeda bisa membutuhkan dokumen berbeda.


Contoh Klaim Skincare yang Lebih Hati-Hati

Berikut contoh perbandingan bahasa klaim:

Klaim BerisikoAlternatif yang Lebih Hati-Hati
Menghilangkan jerawatMembantu merawat kulit berjerawat
Memutihkan permanenMembantu kulit tampak lebih cerah
Menghilangkan flek totalMembantu menyamarkan tampilan noda hitam
Menyembuhkan iritasiMembantu menenangkan kulit
Mengobati eksimMembantu menjaga kelembapan kulit kering
Hasil dalam semalamMembantu kulit terasa lebih lembap dan halus
Tanpa efek sampingGunakan sesuai petunjuk
Aman untuk semua kulitCocok untuk jenis kulit tertentu, jika relevan
Menumbuhkan rambut botakMembantu merawat rambut dan kulit kepala
Skin barrier pulih totalMembantu menjaga kelembapan dan fungsi perlindungan kulit

Tetap perlu diingat: alternatif klaim ini bukan template yang otomatis aman untuk semua produk. Klaim harus disesuaikan dengan formula, fungsi produk, dokumen pendukung, dan kategori produk.


Hubungan Skincare dengan Halal

Produk skincare juga dapat membutuhkan sertifikasi halal, terutama jika brand ingin membangun trust di pasar muslim. Halal pada kosmetik berkaitan dengan bahan, proses produksi, fasilitas, dan dokumen pemasok.

Jika brand ingin menggabungkan notifikasi kosmetik dan sertifikasi halal, dokumen bahan dan proses produksi harus lebih rapi sejak awal.

Label halal tidak boleh digunakan sembarangan. Pastikan sertifikat halal sudah terbit dan cakupan produk jelas sebelum logo halal dicetak.


Hubungan Skincare dengan Produk Beauty Drink atau Suplemen

Banyak brand beauty ingin mengembangkan produk dari skincare ke beauty drink, collagen drink, gummy vitamin, atau suplemen kulit. Produk seperti ini tidak sama dengan kosmetik.

Jika produk dikonsumsi, diminum, atau masuk ke tubuh, jalurnya perlu dimapping ulang. Bisa jadi produk masuk pangan olahan, suplemen kesehatan, atau kategori lain. Untuk produk pangan lokal, gunakan Jasa Konsultan BPOM MD. Untuk produk impor, gunakan Jasa Konsultan BPOM ML.


Bagaimana EdarGo Membantu Brand Skincare?

EdarGo membantu brand skincare menyiapkan produk agar lebih siap sebelum notifikasi dan launching.

Layanan yang dapat dibantu:

  • mapping kategori produk;
  • review label skincare;
  • review klaim skincare;
  • checklist dokumen brand;
  • checklist dokumen maklon;
  • review komposisi secara awal;
  • review data varian produk;
  • arahan dokumen pendukung klaim;
  • mapping apakah produk kosmetik, pangan, suplemen, atau herbal;
  • pendampingan sesuai ruang lingkup yang disepakati.

Untuk produk skincare, mulai dari Jasa Konsultan Izin Edar Produk. Untuk label dan klaim, gunakan Jasa Konsultan Label BPOM.

EdarGo tidak menjanjikan notifikasi pasti terbit, karena proses tetap mengikuti sistem dan evaluasi lembaga berwenang. Fokus EdarGo adalah membantu dokumen, label, klaim, dan alur proses menjadi lebih rapi.


Konsultasikan Produk Skincare Anda dengan EdarGo

Jika Bapak/Ibu sedang menyiapkan produk skincare, bodycare, haircare, parfum, atau kosmetik lain, konsultasikan sebelum produksi massal dan cetak kemasan.

WhatsApp: 0811-142-518
Perusahaan: PT. Apta Konsultan Indonesia
Alamat: JL. Kayu Manis Barat No. 78, Matraman, Jakarta Timur

Format pesan yang bisa dikirim:

Halo EdarGo, saya ingin konsultasi produk skincare.
Produk saya: [serum/moisturizer/sunscreen/body lotion/dll]
Produksi: [maklon/produksi sendiri/impor]
Status label: [belum ada/sudah draft/sudah cetak]
Klaim utama: [brightening/acne care/anti-aging/dll]
Saya ingin cek dokumen, label, klaim, dan kesiapan notifikasi kosmetik.

Mulai dari sini: Jasa Konsultan Izin Edar Produk


FAQ Produk Skincare dan Notifikasi Kosmetik

1. Apakah produk skincare perlu notifikasi kosmetik?

Ya, produk skincare yang diedarkan sebagai kosmetik di Indonesia perlu disiapkan sesuai mekanisme notifikasi kosmetik. Tata cara pengajuan notifikasi kosmetika diatur dalam Peraturan BPOM Nomor 21 Tahun 2022.

2. Apakah label skincare harus direview sebelum cetak?

Sangat disarankan. Label, promosi, dan iklan kosmetik diatur dalam Peraturan BPOM Nomor 18 Tahun 2024, sehingga label dan klaim sebaiknya dicek sebelum cetak kemasan.

3. Apakah brand maklon tetap perlu memahami dokumen?

Ya. Brand maklon tetap perlu memahami formula, label, klaim, dokumen produsen, dan siapa pihak yang bertanggung jawab terhadap produk.

4. Apakah klaim brightening atau acne care boleh digunakan?

Boleh atau tidaknya perlu dikaji berdasarkan formula, bahan, dokumen pendukung, dan bahasa klaim. Hindari klaim yang terdengar seperti mengobati penyakit atau menjanjikan hasil absolut.

5. Apakah nomor notifikasi bisa dicek publik?

Produk kosmetik teregistrasi dapat dicek melalui portal Cek BPOM pada kategori Kosmetika.

6. Apakah produk beauty drink termasuk kosmetik?

Tidak otomatis. Beauty drink, collagen drink, gummy vitamin, dan suplemen kulit perlu dimapping ulang karena bisa masuk pangan olahan, suplemen, atau kategori lain.

7. Apakah EdarGo menjamin notifikasi kosmetik pasti terbit?

Tidak. EdarGo membantu mapping, review label, review klaim, checklist dokumen, dan pendampingan. Keputusan tetap mengikuti sistem dan lembaga berwenang.