Banyak pelaku usaha baru menyadari pentingnya label setelah kemasan dicetak. Padahal, label bukan hanya soal desain yang menarik. Label adalah bagian penting dari informasi produk, legalitas, klaim, komposisi, identitas produsen, cara penggunaan, hingga kepercayaan konsumen.
Kesalahan label bisa membuat brand mengalami banyak kerugian. Mulai dari biaya cetak ulang, revisi desain, keterlambatan launching, koreksi saat proses izin edar, hingga risiko klaim produk dianggap berlebihan atau tidak sesuai kategori.
Karena itu, sebelum mencetak kemasan dalam jumlah besar, pelaku usaha sebaiknya melakukan review label produk terlebih dahulu. EdarGo membantu pelaku usaha mengecek label, komposisi, klaim, informasi produk, dan risiko dokumen melalui layanan Jasa Konsultan Label BPOM.
Untuk mapping izin edar secara umum, Bapak/Ibu juga dapat mulai dari halaman Jasa Konsultan Izin Edar Produk.
Kenapa Label Produk Harus Direview Sebelum Dicetak?
Label adalah “wajah” produk di hadapan konsumen, marketplace, distributor, retail, dan regulator. Label yang rapi membantu calon pembeli memahami produk, sementara label yang keliru bisa menimbulkan pertanyaan, koreksi, atau ketidakpercayaan.
Untuk pangan olahan, BPOM memiliki aturan khusus tentang label pangan olahan. Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan masih tercatat sebagai regulasi yang berlaku, dan telah diubah oleh Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2021.
Untuk kosmetik, BPOM mengatur penandaan, promosi, dan iklan kosmetik melalui Peraturan BPOM Nomor 18 Tahun 2024. Regulasi ini mencabut aturan teknis penandaan kosmetika sebelumnya, sehingga label dan promosi kosmetik perlu mengikuti rujukan terbaru tersebut.
Artinya, label produk tidak bisa dibuat hanya berdasarkan selera desain. Label harus disusun dengan memperhatikan kategori produk, jenis klaim, komposisi, bahasa yang digunakan, dan aturan yang relevan.
Produk Apa Saja yang Perlu Review Label?
Hampir semua produk yang akan dipasarkan dalam kemasan sebaiknya melalui review label. Terutama produk yang akan mengurus izin edar, dijual luas, masuk marketplace, atau ditawarkan ke distributor.
Produk yang sangat disarankan review label:
- pangan olahan,
- minuman kemasan,
- snack dan camilan,
- frozen food,
- sambal dan bumbu kemasan,
- kopi dan teh kemasan,
- produk impor,
- skincare,
- bodycare,
- haircare,
- parfum dan body mist,
- suplemen kesehatan,
- obat tradisional dan herbal,
- produk halal,
- produk maklon,
- produk private label.
Jika produk adalah pangan olahan lokal, label berkaitan erat dengan proses Jasa Konsultan BPOM MD. Jika produk pangan berasal dari luar negeri, label bahasa Indonesia perlu disiapkan secara hati-hati melalui Jasa Konsultan BPOM ML.
Kesalahan Umum Label Produk yang Sering Terjadi
Berikut kesalahan yang paling sering ditemukan sebelum produk masuk proses izin edar atau sebelum kemasan dicetak.
1. Komposisi Tidak Lengkap atau Tidak Konsisten
Komposisi sering ditulis terlalu umum, tidak sesuai formula, atau berbeda antara dokumen produksi dan label.
Contoh masalah:
- komposisi pada label tidak sama dengan formula dari maklon;
- bahan tambahan pangan tidak ditulis dengan jelas;
- urutan bahan tidak diperhatikan;
- bahan alergen tidak ditandai;
- bahan aktif kosmetik tidak konsisten dengan klaim;
- komposisi produk impor berbeda antara label asli dan label Indonesia.
Untuk pangan olahan, buku saku registrasi pangan olahan BPOM memuat elemen label seperti daftar bahan atau komposisi, informasi alergen jika ada, kode produksi, informasi nilai gizi, 2D Barcode BPOM, dan petunjuk lain sesuai kategori produk.
2. Informasi Alergen Tidak Diperhatikan
Alergen sering terlewat, padahal sangat penting untuk konsumen. Produk yang menggunakan susu, telur, kacang, gluten, ikan, udang, kedelai, atau bahan alergen lain perlu diperhatikan dengan cermat.
Pedoman registrasi pangan olahan BPOM menjelaskan bahwa keterangan tentang alergen wajib dicantumkan pada label yang mengandung alergen, dan bahan alergen dalam komposisi dicantumkan dengan tulisan yang dicetak tebal.
Contoh produk yang perlu perhatian alergen:
- cookies mengandung telur dan susu,
- snack mengandung kacang,
- saus mengandung kedelai,
- frozen food mengandung udang atau ikan,
- minuman mengandung susu,
- produk bakery mengandung gluten,
- cokelat mengandung susu atau kacang.
3. Klaim Produk Terlalu Berlebihan
Klaim adalah bagian yang sering menimbulkan risiko. Produk pangan, kosmetik, herbal, suplemen, dan produk kecantikan sering menggunakan klaim yang menarik secara marketing, tetapi belum tentu aman secara regulasi.
Contoh klaim yang perlu direview:
- “meningkatkan imun”,
- “menyembuhkan penyakit”,
- “tanpa efek samping”,
- “aman untuk semua usia”,
- “rendah gula”,
- “tinggi protein”,
- “membakar lemak”,
- “menghilangkan jerawat”,
- “memutihkan permanen”,
- “hasil instan”.
Untuk pangan olahan, BPOM memiliki Peraturan BPOM Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pengawasan Klaim pada Label dan Iklan Pangan Olahan, dan regulasi tersebut tercatat berstatus berlaku.
Untuk kosmetik, promosi dan iklan juga diatur bersama penandaan dalam Peraturan BPOM Nomor 18 Tahun 2024, sehingga klaim di label, marketplace, media sosial, dan iklan perlu selaras.
4. Nama Produk Tidak Sesuai Kategori
Nama produk juga perlu diperhatikan. Kadang nama produk terdengar terlalu bebas atau tidak sesuai dengan karakter produk sebenarnya.
Contoh masalah:
- produk minuman serbuk disebut “suplemen” tanpa mapping kategori;
- beauty drink dikira kosmetik;
- herbal drink diklaim seperti obat;
- snack dengan klaim tinggi protein tidak punya data pendukung;
- body lotion memakai klaim pengobatan kulit;
- produk impor memakai nama yang tidak disesuaikan dengan label Indonesia.
Jika produk belum jelas kategorinya, sebaiknya jangan langsung cetak label. Lakukan mapping awal melalui Jasa Konsultan Izin Edar Produk.
5. Nama dan Alamat Produsen Tidak Jelas
Label perlu menunjukkan pihak yang bertanggung jawab terhadap produk. Untuk produk maklon, brand owner juga perlu memahami bagaimana penulisan pihak produsen, pemilik brand, distributor, atau importir sesuai kategori produk.
Masalah yang sering muncul:
- hanya mencantumkan nama brand tanpa produsen;
- alamat tidak lengkap;
- tidak jelas produk dibuat oleh siapa;
- produk impor tidak mencantumkan importir dengan benar;
- data pada label tidak sesuai dokumen legal.
Untuk produk impor, hal ini menjadi lebih penting karena label Indonesia perlu mencantumkan informasi yang sesuai dengan status importir dan dokumen principal.
6. Berat Bersih atau Isi Bersih Tidak Rapi
Produk pangan, kosmetik, dan personal care biasanya perlu mencantumkan isi bersih, berat bersih, volume, atau netto sesuai karakter produk.
Contoh masalah:
- satuan tidak konsisten;
- ukuran berbeda antara label depan dan belakang;
- isi bersih tidak sesuai kemasan;
- produk varian kecil dan besar memakai label yang sama tanpa revisi;
- produk cair memakai satuan yang kurang tepat;
- produk padat memakai satuan tidak konsisten.
Hal seperti ini terlihat kecil, tetapi bisa membuat label tampak tidak profesional.
7. Cara Pakai dan Peringatan Tidak Sesuai Produk
Produk kosmetik, herbal, suplemen, pangan tertentu, dan produk fungsional sering membutuhkan petunjuk penggunaan atau peringatan.
Contoh:
- sunscreen perlu cara penggunaan yang jelas;
- hair tonic perlu cara pakai dan peringatan area penggunaan;
- produk pedas perlu informasi jika relevan;
- produk dengan alergen perlu informasi alergen;
- produk anak perlu instruksi khusus;
- produk yang perlu disimpan dingin perlu cara penyimpanan;
- produk kosmetik tertentu perlu peringatan jika terjadi reaksi kulit.
Label yang baik tidak hanya menjual produk, tetapi membantu konsumen menggunakan produk dengan benar.
8. Tanggal Kedaluwarsa dan Kode Produksi Tidak Disiapkan
Tanggal kedaluwarsa dan kode produksi sering dianggap urusan akhir. Padahal, informasi ini penting untuk penelusuran produk, kontrol mutu, dan kepercayaan konsumen.
Masalah yang sering terjadi:
- tidak ada ruang untuk tanggal kedaluwarsa;
- format tanggal tidak konsisten;
- kode produksi tidak disiapkan;
- masa simpan belum ditentukan;
- produk dibuat batch tetapi tidak ada sistem kode batch.
Sebelum cetak kemasan, pastikan desain label menyediakan ruang yang cukup untuk informasi batch dan kedaluwarsa.
9. Informasi Nilai Gizi Tidak Dipersiapkan
Untuk pangan olahan, Informasi Nilai Gizi atau ING dapat menjadi bagian penting tergantung jenis produk, kategori, klaim, dan kebutuhan label. BPOM memiliki Peraturan BPOM Nomor 26 Tahun 2021 tentang Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan Olahan.
Masalah yang sering muncul:
- produk memakai klaim gizi tetapi belum punya data gizi;
- mencantumkan informasi gizi tanpa dasar yang jelas;
- tabel gizi tidak sesuai format;
- angka gizi tidak konsisten dengan dokumen;
- produk rendah gula/tinggi protein tidak punya data pendukung.
Jika produk memakai klaim gizi, review label harus lebih hati-hati.
10. Label Tidak Sinkron dengan Marketplace dan Iklan
Label mungkin sudah hati-hati, tetapi deskripsi marketplace, landing page, atau iklan justru terlalu berlebihan.
Contoh:
- label menulis “membantu menjaga kelembapan”, tetapi iklan menulis “menyembuhkan kulit rusak”;
- label menulis “rasa pedas”, tetapi iklan menulis “paling sehat untuk diet”;
- label tidak klaim medis, tetapi testimoni yang dipasang mengklaim penyakit sembuh;
- label mencantumkan komposisi tertentu, tetapi marketplace menulis komposisi berbeda.
Karena iklan dan promosi juga dapat menjadi bagian dari pengawasan, brand sebaiknya mengecek semua materi komunikasi produk, bukan hanya label fisik.
Checklist Review Label Sebelum Cetak Kemasan
Sebelum mencetak kemasan, gunakan checklist berikut:
-
Nama produk sudah sesuai kategori
Jangan sampai nama produk memberi kesan kategori yang salah. -
Komposisi sudah lengkap dan konsisten
Cocokkan dengan formula, dokumen maklon, label asli, atau spesifikasi produk. -
Alergen sudah diperiksa
Pastikan bahan alergen tidak terlewat. -
Klaim sudah direview
Hindari klaim medis, klaim absolut, klaim instan, atau klaim tanpa data pendukung. -
Nama dan alamat pihak bertanggung jawab sudah jelas
Perhatikan status produsen, maklon, brand owner, distributor, atau importir. -
Isi bersih/berat bersih sudah benar
Pastikan satuan dan ukuran konsisten. -
Tanggal kedaluwarsa dan kode produksi disiapkan
Sisakan ruang pada desain kemasan. -
Cara pakai dan cara penyimpanan sudah sesuai
Terutama untuk kosmetik, frozen food, minuman, herbal, dan produk sensitif suhu. -
Informasi gizi dicek jika diperlukan
Apalagi jika produk menggunakan klaim gizi. -
Materi iklan dan marketplace selaras dengan label
Jangan sampai deskripsi online lebih berisiko daripada label.
Review Label untuk Produk Pangan Olahan
Label pangan olahan biasanya berkaitan dengan komposisi, alergen, informasi gizi, klaim, berat bersih, produsen, kode produksi, kedaluwarsa, dan nomor izin edar setelah terbit.
Untuk pangan lokal yang akan diproses BPOM MD, review label sebaiknya dilakukan sebelum proses registrasi. Jika produk Bapak/Ibu termasuk pangan produksi dalam negeri, gunakan Jasa Konsultan BPOM MD.
Jika produk berasal dari luar negeri, label Indonesia perlu disiapkan dengan memperhatikan dokumen principal, label asli, komposisi, dan data importir. Untuk itu, gunakan Jasa Konsultan BPOM ML.
Review Label untuk Produk Kosmetik
Label kosmetik berkaitan dengan nama produk, fungsi, cara pakai, komposisi, netto, peringatan, pihak bertanggung jawab, batch, kedaluwarsa, klaim, dan nomor notifikasi setelah terbit.
Produk yang perlu review label kosmetik:
- serum,
- moisturizer,
- sunscreen,
- face wash,
- toner,
- essence,
- body lotion,
- body mist,
- parfum,
- shampoo,
- hair tonic,
- lip tint,
- deodorant,
- makeup.
Kosmetik juga perlu memperhatikan promosi dan iklan, bukan hanya label. Peraturan BPOM Nomor 18 Tahun 2024 mengatur penandaan, promosi, dan iklan kosmetik, sehingga brand beauty perlu menghindari klaim yang terlalu agresif.
Review Label untuk Produk Maklon
Brand yang menggunakan maklon perlu lebih hati-hati. Jangan sampai brand hanya menerima desain label dari tim kreatif, tetapi belum mencocokkan dengan dokumen dari maklon.
Yang perlu dicek pada produk maklon:
- apakah komposisi sama dengan formula dari maklon;
- apakah nama produsen ditulis sesuai dokumen;
- apakah klaim disetujui secara dokumen;
- apakah varian produk berbeda formulanya;
- apakah nomor batch dan kedaluwarsa sudah disiapkan;
- apakah label sesuai kategori produk;
- apakah dokumen pendukung klaim tersedia.
Brand owner tetap perlu memahami label produknya, meskipun produksi dilakukan oleh maklon.
Review Label untuk Produk Impor
Produk impor membutuhkan perhatian tambahan karena label Indonesia harus disesuaikan dengan dokumen principal dan label asli.
Yang perlu dicek:
- nama produk dalam bahasa Indonesia;
- komposisi dari principal;
- nama dan alamat importir;
- negara asal;
- label asli;
- klaim dari negara asal;
- informasi alergen;
- instruksi penyimpanan;
- berat bersih/isi bersih;
- tanggal kedaluwarsa;
- kesesuaian dokumen luar negeri.
Jangan langsung menerjemahkan label luar negeri secara bebas. Gunakan Jasa Konsultan BPOM ML untuk mapping dokumen impor dan review label Indonesia.
Kapan Harus Menggunakan Jasa Review Label?
Bapak/Ibu sebaiknya memakai jasa review label jika:
- label belum pernah dicek sebelum cetak;
- produk akan mengurus izin edar;
- produk menggunakan klaim tertentu;
- produk memakai maklon;
- produk berasal dari luar negeri;
- produk akan masuk marketplace atau retail;
- produk memiliki banyak varian;
- brand ingin mengurangi risiko revisi label;
- tidak punya tim regulatory internal;
- ingin memastikan label lebih rapi sebelum launching.
Menggunakan jasa review label bukan berarti izin pasti terbit. Namun, review label membantu mengurangi risiko kesalahan awal, memperjelas dokumen, dan membuat proses lebih terarah.
Bagaimana EdarGo Membantu Review Label Produk?
EdarGo membantu pelaku usaha melakukan review label untuk berbagai kategori produk.
Layanan yang dapat dibantu:
- review label pangan olahan;
- review label kosmetik;
- review label produk impor;
- review klaim produk;
- review komposisi;
- review informasi alergen;
- review informasi gizi jika relevan;
- review label produk maklon;
- mapping kategori izin edar;
- checklist dokumen pendukung;
- arahan perbaikan teks label.
Mulai dari Jasa Konsultan Label BPOM. Untuk kebutuhan izin edar yang lebih luas, gunakan Jasa Konsultan Izin Edar Produk.
EdarGo tidak menjanjikan izin pasti terbit, karena proses tetap mengikuti sistem dan evaluasi lembaga berwenang. Fokus EdarGo adalah membantu label, klaim, dan dokumen menjadi lebih rapi sejak awal.
Hubungan Review Label dengan CPPOB
Untuk pangan olahan, label tidak berdiri sendiri. Label berkaitan dengan proses produksi, komposisi, mutu, masa simpan, penyimpanan, dan kontrol produk.
Jika produk diproduksi dalam sarana sendiri, pelaku usaha juga perlu memperhatikan kesiapan CPPOB. CPPOB berkaitan dengan cara produksi pangan olahan yang baik, termasuk alur produksi, sanitasi, dokumentasi, penyimpanan, personel, dan pengendalian mutu.
Jika Bapak/Ibu ingin menilai kesiapan sarana produksi pangan, baca Jasa Konsultan CPPOB.
Konsultasikan Label Produk Anda dengan EdarGo
Jika Bapak/Ibu sudah memiliki desain kemasan, draft label, atau rencana klaim produk, sebaiknya review sebelum cetak massal.
WhatsApp: 0811-142-518
Perusahaan: PT. Apta Konsultan Indonesia
Alamat: JL. Kayu Manis Barat No. 78, Matraman, Jakarta Timur
Format pesan yang bisa dikirim:
Halo EdarGo, saya ingin review label produk.
Produk saya: [nama produk]
Kategori: [pangan/kosmetik/herbal/suplemen/impor/dll]
Status label: [belum desain/sudah draft/sudah siap cetak]
Saya ingin cek komposisi, klaim, dan informasi label sebelum cetak.
Mulai dari sini: Jasa Konsultan Label BPOM
FAQ Review Label Produk
1. Kenapa label perlu direview sebelum cetak kemasan?
Karena kesalahan label bisa menyebabkan revisi desain, cetak ulang kemasan, koreksi saat izin edar, dan risiko klaim produk dianggap tidak sesuai.
2. Apakah label pangan olahan punya aturan khusus?
Ya. BPOM memiliki aturan tentang label pangan olahan, yaitu Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 yang telah diubah oleh Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2021.
3. Apakah label kosmetik juga perlu direview?
Ya. Kosmetik perlu memperhatikan penandaan, promosi, dan iklan. Peraturan BPOM Nomor 18 Tahun 2024 mengatur penandaan, promosi, dan iklan kosmetik.
4. Apakah klaim di marketplace perlu ikut direview?
Sangat disarankan. Klaim pada marketplace, media sosial, landing page, brosur, dan iklan sebaiknya selaras dengan label.
5. Apakah semua produk pangan perlu Informasi Nilai Gizi?
Kebutuhan Informasi Nilai Gizi bergantung pada kategori produk, klaim, dan ketentuan yang relevan. BPOM memiliki Peraturan BPOM Nomor 26 Tahun 2021 tentang Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan Olahan.
6. Apakah review label menjamin izin edar pasti terbit?
Tidak. Review label membantu mengurangi risiko kesalahan, tetapi keputusan izin tetap mengikuti sistem dan evaluasi lembaga berwenang.
7. Apakah EdarGo bisa review label sebelum desain final?
Bisa. Bahkan lebih baik dilakukan sebelum desain final dan sebelum cetak massal agar revisi lebih hemat.
Komentar
Posting Komentar