Mengurus BPOM MD adalah salah satu langkah penting bagi pelaku usaha pangan olahan yang ingin produknya dipasarkan lebih luas. Banyak brand makanan dan minuman mulai membutuhkan BPOM MD ketika produknya akan masuk marketplace besar, retail modern, distribusi lintas daerah, kerja sama distributor, atau produksi dengan sistem yang lebih serius.
Namun, sebelum mengurus BPOM MD, pelaku usaha perlu memahami bahwa proses ini tidak hanya tentang “mendaftarkan produk”. Ada beberapa aspek yang harus disiapkan, mulai dari legalitas usaha, data produk, komposisi, label, dokumen teknis, sarana produksi, hingga kesiapan sistem produksi pangan yang baik.
Untuk produk pangan olahan produksi dalam negeri, nomor izin edar dicantumkan dalam format BPOM RI MD yang diikuti digit angka. Sementara untuk pangan olahan impor, formatnya adalah BPOM RI ML.
Jika Bapak/Ibu belum yakin apakah produk cocok masuk jalur BPOM MD, mulai dari halaman Jasa Konsultan Izin Edar Produk agar tim EdarGo dapat membantu mapping awal.
Apa Itu BPOM MD?
BPOM MD adalah izin edar untuk produk pangan olahan produksi dalam negeri. Artinya, produk tersebut dibuat di Indonesia dan akan diedarkan kepada konsumen dengan kemasan, label, komposisi, dan informasi produk yang harus memenuhi ketentuan pangan olahan.
Contoh produk yang sering dikaji untuk BPOM MD:
- snack dan makanan ringan kemasan,
- minuman kemasan,
- frozen food,
- bumbu instan,
- sambal kemasan,
- saus,
- kopi kemasan,
- bakery kemasan,
- produk susu,
- makanan siap saji dalam kemasan,
- produk pangan dengan klaim tertentu.
BPOM MD biasanya lebih relevan untuk produk yang tidak lagi sekadar dijual terbatas, tetapi mulai diarahkan ke pasar yang lebih luas, distributor, marketplace, retail modern, atau penjualan nasional.
Untuk pendampingan khusus produk pangan lokal, Bapak/Ibu bisa masuk ke halaman Jasa Konsultan BPOM MD.
Kenapa BPOM MD Penting untuk Produk Pangan Olahan?
BPOM MD penting karena menunjukkan bahwa produk pangan olahan sudah melewati proses registrasi sesuai jalur pangan olahan dalam negeri. Bagi pelaku usaha, BPOM MD juga dapat membantu meningkatkan kepercayaan calon pembeli, distributor, reseller, marketplace, dan mitra retail.
BPOM menyediakan portal Cek BPOM yang dapat digunakan masyarakat untuk mengecek produk teregistrasi, termasuk kategori pangan olahan.
Bagi brand, izin edar bukan hanya soal kepatuhan. Izin edar juga berkaitan dengan trust. Produk yang dijual dengan label yang rapi, data komposisi yang jelas, dan dokumen yang tertata akan lebih mudah dipercaya oleh konsumen maupun mitra bisnis.
Siapa yang Membutuhkan BPOM MD?
BPOM MD umumnya dibutuhkan oleh pelaku usaha yang memproduksi pangan olahan di dalam negeri dan ingin mengedarkan produknya secara lebih luas.
Beberapa pihak yang biasanya membutuhkan BPOM MD:
-
Produsen pangan olahan lokal
Misalnya pabrik makanan, minuman, bumbu, saus, snack, frozen food, atau bakery kemasan. -
Brand owner yang memakai maklon pangan
Brand tidak memproduksi sendiri, tetapi menggunakan fasilitas produsen atau maklon. -
UMKM yang mulai naik kelas
Produk sudah tidak hanya dijual lokal, tetapi mulai masuk marketplace, distributor, reseller, atau retail. -
Perusahaan yang ingin masuk retail modern
Banyak kanal distribusi meminta legalitas produk yang lebih kuat. -
Pelaku usaha yang produknya tidak cocok SPP-IRT
Tidak semua produk UMKM dapat memakai SPP-IRT. Produk tertentu perlu dikaji ke jalur BPOM MD.
Jika produk Bapak/Ibu masih berada di tahap awal dan belum tahu jalur yang tepat, baca juga Syarat dan Cara Pengurusan Izin Edar.
Syarat Awal BPOM MD yang Perlu Disiapkan
Syarat BPOM MD dapat berbeda tergantung jenis produk, proses produksi, kategori pangan, klaim, dan kondisi sarana produksi. Namun, secara umum pelaku usaha perlu menyiapkan beberapa kelompok data berikut.
1. Legalitas Usaha
Legalitas usaha menjadi dasar penting sebelum pengurusan izin produk. Pelaku usaha biasanya perlu menyiapkan data usaha, identitas penanggung jawab, dan NIB sesuai kegiatan usaha yang relevan.
OSS menjelaskan PB UMKU sebagai perizinan yang diperlukan bagi kegiatan usaha dan/atau produk pada tahap operasional atau komersial. Dalam konteks pangan olahan, OSS juga menampilkan “Izin Edar Pangan Olahan” sebagai salah satu PB UMKU pada KBLI industri pangan tertentu.
Data legalitas awal yang biasanya perlu dicek:
- NIB,
- nama badan usaha atau pelaku usaha,
- alamat usaha,
- KBLI yang relevan,
- data penanggung jawab,
- NPWP jika diperlukan,
- status produsen, brand owner, atau maklon.
2. Data Produk
Data produk menjadi inti dari proses registrasi. Tanpa data produk yang jelas, proses mapping akan sulit dilakukan.
Data produk yang sebaiknya disiapkan:
- nama produk,
- jenis atau kategori produk,
- merek,
- varian rasa atau varian produk,
- komposisi lengkap,
- bentuk produk,
- berat bersih atau isi bersih,
- jenis kemasan,
- masa simpan,
- cara penyimpanan,
- cara penyajian jika diperlukan,
- target konsumen,
- klaim produk jika ada.
Contoh: produk minuman kopi susu botol tentu berbeda kebutuhan datanya dengan keripik, frozen food, bumbu instan, atau saus kemasan.
3. Komposisi dan Bahan Baku
Komposisi harus disiapkan dengan rapi karena menjadi salah satu bagian penting pada label dan dokumen produk. Informasi komposisi juga membantu menentukan kategori produk, risiko bahan, klaim yang boleh digunakan, dan kebutuhan dokumen pendukung.
Yang perlu diperhatikan:
- urutan bahan,
- bahan utama,
- bahan tambahan pangan jika ada,
- alergen jika ada,
- bahan impor jika digunakan,
- bahan dengan klaim tertentu,
- bahan yang memerlukan dokumen pendukung.
Buku saku registrasi pangan olahan BPOM memuat informasi label seperti daftar bahan yang digunakan atau komposisi, termasuk informasi alergen jika ada.
4. Draft Label Produk
Label sering menjadi titik penting dalam pengurusan izin edar pangan olahan. Banyak pelaku usaha sudah mencetak kemasan lebih dulu, tetapi kemudian harus revisi karena informasi label belum sesuai.
Label sebaiknya direview sebelum dicetak massal.
Informasi yang biasanya perlu diperhatikan pada label:
- nama produk,
- merek,
- komposisi,
- berat bersih atau isi bersih,
- nama dan alamat produsen,
- nomor izin edar setelah terbit,
- tanggal kedaluwarsa,
- kode produksi,
- cara penyimpanan,
- saran penyajian jika perlu,
- informasi alergen jika ada,
- klaim produk jika ada,
- informasi gizi jika diperlukan.
Untuk mengurangi risiko revisi, gunakan layanan Jasa Konsultan Label BPOM sebelum desain kemasan dicetak atau diajukan.
5. Dokumen Sarana Produksi
BPOM MD tidak hanya melihat produk dari sisi label. Sarana produksi juga penting, terutama jika produk diproduksi dalam fasilitas sendiri atau melalui maklon.
Dokumen sarana produksi dapat berkaitan dengan:
- alamat produksi,
- layout atau denah produksi,
- alur proses produksi,
- daftar peralatan,
- pengendalian bahan baku,
- pengendalian produk jadi,
- sanitasi,
- kebersihan personel,
- penyimpanan,
- dokumentasi produksi,
- penerapan cara produksi pangan olahan yang baik.
OSS menampilkan “Izin Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik” sebagai salah satu PB UMKU pada beberapa KBLI industri pangan.
Jika sarana produksi Bapak/Ibu perlu dicek kesiapan awalnya, baca halaman Jasa Konsultan CPPOB.
6. Dokumen Maklon atau Produsen
Jika produk dibuat oleh maklon, brand owner perlu memastikan dokumen dari pihak produsen sudah siap. Banyak proses menjadi lambat karena brand owner belum meminta dokumen teknis sejak awal.
Data yang biasanya perlu diminta ke maklon:
- nama dan legalitas produsen,
- alamat produksi,
- data sarana produksi,
- komposisi produk,
- spesifikasi produk,
- alur produksi,
- dokumen mutu,
- dokumen pendukung bahan,
- informasi kemasan,
- data masa simpan,
- dokumen lain sesuai kategori produk.
Brand owner sebaiknya tidak hanya fokus pada desain logo dan kemasan, tetapi juga memastikan dokumen teknis dari maklon tersedia.
7. Data Klaim Produk
Klaim pada label atau materi promosi harus diperhatikan sejak awal. Klaim yang terlalu berlebihan dapat menimbulkan risiko koreksi.
Contoh klaim yang perlu hati-hati:
- tinggi protein,
- rendah gula,
- tanpa pengawet,
- natural,
- sehat,
- meningkatkan imun,
- baik untuk diet,
- aman untuk anak,
- bebas alergen,
- membantu pencernaan.
Jika ingin menggunakan klaim tertentu, siapkan data pendukung yang relevan. Klaim sebaiknya tidak ditulis hanya berdasarkan strategi marketing, tetapi harus disesuaikan dengan kategori produk dan dokumen pendukung.
Tabel Checklist Syarat BPOM MD
| Kelompok Syarat | Dokumen/Data yang Disiapkan | Catatan Penting |
|---|---|---|
| Legalitas usaha | NIB, data usaha, KBLI, penanggung jawab | Pastikan kegiatan usaha sesuai produk |
| Data produk | Nama, kategori, varian, kemasan, berat bersih, masa simpan | Harus konsisten dengan label |
| Komposisi | Daftar bahan, bahan tambahan, alergen | Perlu ditulis rapi dan sesuai produk |
| Label | Draft kemasan, informasi produk, klaim, produsen, kedaluwarsa | Review sebelum cetak massal |
| Sarana produksi | Layout, alur produksi, peralatan, sanitasi, penyimpanan | Berkaitan dengan kesiapan CPPOB |
| Maklon/produsen | Data produsen, dokumen teknis, spesifikasi produk | Penting untuk brand owner |
| Klaim | Data pendukung klaim gizi/fungsi/promosi | Hindari klaim berlebihan |
Cara Mengurus BPOM MD Secara Umum
Alur pengurusan BPOM MD dapat berbeda tergantung jenis produk dan dokumen yang dimiliki. Namun, secara umum tahapan awalnya dapat dipahami sebagai berikut.
1. Mapping Produk
Langkah pertama adalah memastikan produk benar masuk kategori pangan olahan produksi dalam negeri dan perlu BPOM MD.
Yang dicek:
- jenis produk,
- bahan,
- proses produksi,
- masa simpan,
- cara penyimpanan,
- klaim,
- target distribusi,
- skala produksi,
- status produsen atau maklon.
Mapping ini penting agar pelaku usaha tidak salah jalur antara BPOM MD, SPP-IRT, atau jalur lain.
2. Cek Legalitas Usaha
Setelah produk dimapping, pelaku usaha perlu mengecek legalitas usaha, terutama NIB dan kegiatan usaha yang relevan. Legalitas yang tidak sesuai dapat menghambat proses berikutnya.
3. Siapkan Dokumen Produk
Dokumen produk mencakup komposisi, spesifikasi, label, data kemasan, masa simpan, proses produksi, dan dokumen pendukung lain sesuai karakter produk.
4. Review Label dan Klaim
Sebelum diajukan, label sebaiknya direview. Revisi label setelah cetak massal dapat menimbulkan biaya tambahan.
EdarGo dapat membantu melalui Jasa Konsultan Label BPOM.
5. Cek Kesiapan Sarana Produksi
Untuk produk yang diproduksi sendiri, sarana produksi perlu diperhatikan. Untuk produk maklon, brand owner perlu memastikan produsen memiliki dokumen yang diperlukan.
Jika perlu mengecek kesiapan fasilitas, gunakan layanan Jasa Konsultan CPPOB.
6. Ajukan Melalui Sistem Resmi
Setelah dokumen siap, proses pengajuan dilakukan melalui sistem atau kanal resmi yang relevan. BPOM memiliki layanan registrasi pangan olahan yang memuat informasi terkait registrasi dan nomor izin edar pangan olahan.
7. Tindak Lanjuti Koreksi
Dalam proses pengurusan, bisa saja ada koreksi atau permintaan tambahan data. Di sinilah pentingnya dokumen awal yang rapi agar tindak lanjut lebih cepat dan jelas.
Kesalahan Umum Saat Mengurus BPOM MD
Berikut kesalahan yang sering terjadi pada pelaku usaha pangan olahan:
1. Menganggap Semua Produk UMKM Cukup SPP-IRT
SPP-IRT memang penting untuk UMKM pangan tertentu, tetapi tidak semua produk UMKM cocok memakai SPP-IRT. Produk dengan risiko, proses, atau karakter tertentu bisa saja perlu dikaji ke BPOM MD.
2. Mencetak Label Sebelum Review
Label yang sudah dicetak tetapi belum sesuai dapat menyebabkan biaya tambahan karena harus revisi desain dan cetak ulang.
3. Tidak Punya Data Komposisi Lengkap
Komposisi yang tidak jelas membuat proses review menjadi sulit. Brand owner perlu memastikan formula dan komposisi dari produsen atau maklon tersedia.
4. Klaim Terlalu Berlebihan
Klaim seperti “meningkatkan imun”, “sehat”, “rendah gula”, “tinggi protein”, atau “baik untuk diet” perlu dicek dengan hati-hati.
5. Tidak Meminta Dokumen dari Maklon
Brand owner sering baru meminta dokumen ke maklon ketika proses sudah berjalan. Akibatnya, proses bisa tertunda.
6. Tidak Memperhatikan CPPOB
Sarana produksi dan dokumen mutu sangat penting untuk produk pangan olahan yang akan diproduksi secara lebih serius.
7. Salah Memahami BPOM MD dan BPOM ML
BPOM MD digunakan untuk pangan olahan produksi dalam negeri. Jika produk dibuat di luar negeri dan diedarkan di Indonesia, jalurnya perlu dikaji sebagai BPOM ML. Untuk produk impor, gunakan halaman Jasa Konsultan BPOM ML.
Kapan Harus Menggunakan Jasa Konsultan BPOM MD?
Bapak/Ibu sebaiknya menggunakan jasa konsultan jika:
- belum tahu produk cocok BPOM MD atau SPP-IRT;
- label belum pernah direview;
- produk dibuat oleh maklon;
- dokumen produsen belum lengkap;
- ingin masuk marketplace atau retail;
- menggunakan klaim tertentu;
- belum memahami kebutuhan CPPOB;
- ingin proses lebih terarah;
- tidak punya tim internal regulatory.
Menggunakan konsultan bukan berarti izin pasti terbit. Namun, konsultan dapat membantu memetakan dokumen, mengurangi risiko kesalahan awal, dan membuat proses lebih sistematis.
Untuk mulai konsultasi, masuk ke Jasa Konsultan BPOM MD.
Cara EdarGo Membantu Pengurusan BPOM MD
EdarGo membantu pelaku usaha menyiapkan proses BPOM MD secara lebih terarah.
Layanan yang dapat dibantu:
- mapping apakah produk cocok BPOM MD;
- review komposisi dan kategori produk;
- review label dan klaim;
- checklist dokumen legal;
- checklist dokumen teknis;
- review kebutuhan dokumen maklon atau produsen;
- arahan kesiapan CPPOB;
- pendampingan pengurusan sesuai ruang lingkup yang disepakati.
EdarGo tidak menjanjikan izin pasti terbit, karena keputusan tetap mengikuti sistem dan evaluasi lembaga berwenang. Fokus EdarGo adalah membantu dokumen lebih rapi, jalur lebih jelas, dan risiko kesalahan awal lebih kecil.
Untuk layanan utama, baca Jasa Konsultan Izin Edar Produk.
Konsultasikan Syarat BPOM MD Produk Anda
Jika Bapak/Ibu ingin mengetahui apakah produk pangan olahan sudah siap BPOM MD, kirim data awal ke EdarGo.
WhatsApp: 0811-142-518
Perusahaan: PT. Apta Konsultan Indonesia
Alamat: JL. Kayu Manis Barat No. 78, Matraman, Jakarta Timur
Format pesan yang bisa dikirim:
Halo EdarGo, saya ingin konsultasi BPOM MD.
Produk saya: [nama produk]
Jenis produk: [snack/minuman/frozen food/bumbu/sambal/dll]
Produksi: [sendiri/maklon/pabrik]
Saya ingin cek syarat BPOM MD dan dokumen yang perlu disiapkan.
Mulai dari sini: Jasa Konsultan BPOM MD
FAQ Syarat BPOM MD
1. Apa itu BPOM MD?
BPOM MD adalah nomor izin edar untuk produk pangan olahan produksi dalam negeri. Nomor izin edar pangan olahan produksi dalam negeri dicantumkan dengan format BPOM RI MD yang diikuti digit angka.
2. Apakah semua produk pangan olahan harus BPOM MD?
Tidak selalu. Produk perlu dimapping berdasarkan jenis produk, proses produksi, risiko, klaim, cara penyimpanan, skala usaha, dan target distribusi.
3. Apa bedanya BPOM MD dan BPOM ML?
BPOM MD untuk pangan olahan produksi dalam negeri, sedangkan BPOM ML untuk pangan olahan impor. Produk impor yang diproduksi di luar negeri dan diedarkan di Indonesia perlu dikaji ke jalur BPOM ML.
4. Apakah produk UMKM bisa langsung BPOM MD?
Bisa saja, tergantung kategori produk, skala produksi, kesiapan dokumen, dan target distribusi. Namun, beberapa produk UMKM tertentu mungkin lebih cocok SPP-IRT jika memenuhi kriteria.
5. Apakah NIB diperlukan?
NIB dan legalitas usaha sangat penting sebagai dasar perizinan berusaha dan proses pendukung. OSS juga menampilkan Izin Edar Pangan Olahan sebagai salah satu PB UMKU pada beberapa kegiatan usaha pangan.
6. Apakah label harus direview sebelum pengajuan?
Ya. Label sebaiknya direview sebelum pengajuan dan sebelum dicetak massal. Untuk review awal, gunakan Jasa Konsultan Label BPOM.
7. Apakah CPPOB diperlukan untuk BPOM MD?
Kesiapan sarana produksi dan penerapan cara produksi pangan olahan yang baik dapat menjadi bagian penting dalam kesiapan produk pangan olahan. Jika sarana produksi belum siap, lakukan review awal melalui Jasa Konsultan CPPOB.
8. Apakah EdarGo menjamin BPOM MD pasti terbit?
Tidak. EdarGo tidak menjanjikan izin pasti terbit. Proses tetap mengikuti sistem dan evaluasi lembaga berwenang. EdarGo membantu mapping, review dokumen, label, klaim, dan pendampingan agar proses lebih rapi.
Komentar
Posting Komentar