Banyak brand owner mencari informasi cara daftar BPOM kosmetik, cara daftar BPOM skincare, atau cara mengurus izin edar skincare. Istilah “daftar BPOM kosmetik” memang sering dipakai masyarakat, tetapi secara regulasi produk kosmetik menggunakan mekanisme notifikasi kosmetik, bukan BPOM MD atau BPOM ML seperti pangan olahan.
Produk skincare, bodycare, haircare, parfum, body mist, makeup, dan personal care perlu disiapkan dengan benar sebelum diedarkan. Bukan hanya soal desain kemasan dan promosi, tetapi juga legalitas brand, data maklon, formula, komposisi, label, klaim, bahan kosmetik, dan pihak yang bertanggung jawab.
Tata cara pengajuan notifikasi kosmetika diatur dalam Peraturan BPOM Nomor 21 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pengajuan Notifikasi Kosmetika. Regulasi ini tercatat di JDIH BPOM sebagai regulasi untuk komoditi kosmetik. (JDIH Badan POM RI)
Jika Bapak/Ibu sedang menyiapkan produk kosmetik dan belum yakin harus mulai dari mana, mulai dari Jasa Konsultan Izin Edar Produk. Jika label dan klaim sudah dibuat, lakukan review terlebih dahulu melalui Jasa Konsultan Label BPOM.
Apakah Kosmetik Menggunakan BPOM MD atau BPOM ML?
Tidak. Produk kosmetik tidak menggunakan BPOM MD atau BPOM ML.
BPOM MD digunakan untuk pangan olahan produksi dalam negeri.
BPOM ML digunakan untuk pangan olahan impor.
Kosmetik menggunakan mekanisme notifikasi kosmetik.
Jadi, jika Bapak/Ibu memiliki produk seperti serum wajah, moisturizer, sunscreen, body lotion, shampoo, parfum, lip tint, atau body mist, jalur yang perlu dikaji adalah notifikasi kosmetik.
Namun, jika produk Bapak/Ibu berupa collagen drink, gummy vitamin, kapsul kecantikan, minuman herbal untuk kulit, atau suplemen rambut, produk tersebut tidak otomatis kosmetik karena dikonsumsi ke dalam tubuh. Produk seperti ini perlu dimapping apakah masuk pangan olahan, suplemen kesehatan, obat tradisional, atau kategori lain.
Untuk produk pangan lokal, baca Jasa Konsultan BPOM MD. Untuk produk impor, baca Jasa Konsultan BPOM ML.
Produk Apa Saja yang Masuk Kosmetik?
Produk kosmetik umumnya digunakan pada bagian luar tubuh, seperti kulit, rambut, kuku, bibir, wajah, atau area tubuh tertentu. Produk ini biasanya berfungsi untuk membersihkan, mewangikan, merawat, melindungi, memperbaiki penampilan, atau menjaga kondisi tubuh.
Contoh produk yang perlu dikaji sebagai kosmetik:
serum wajah;
toner;
moisturizer;
sunscreen;
face wash;
cleansing balm;
micellar water;
facial mist;
eye cream;
body lotion;
body serum;
body scrub;
body wash;
deodorant;
shampoo;
conditioner;
hair tonic;
hair serum;
parfum;
body mist;
lip balm;
lip tint;
lip cream;
makeup;
sheet mask;
produk personal care.
Produk kosmetik yang sudah teregistrasi dapat dicek melalui portal Cek BPOM pada kategori Kosmetika. Portal Cek Produk BPOM menyediakan kategori produk seperti obat, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetika, dan pangan olahan. (cekbpom.pom.go.id)
Kenapa Daftar BPOM Kosmetik Perlu Dipersiapkan Sejak Awal?
Banyak brand skincare melakukan kesalahan karena langsung produksi, langsung cetak kemasan, lalu baru memikirkan notifikasi. Akibatnya, label harus direvisi, klaim terlalu kuat, dokumen maklon belum lengkap, atau formula tidak selaras dengan klaim.
Persiapan sejak awal penting karena:
Label kosmetik harus sesuai ketentuan.
Label bukan hanya desain, tetapi bagian dari penandaan produk.Klaim skincare perlu hati-hati.
Klaim seperti “mengobati jerawat”, “memutihkan permanen”, atau “menyembuhkan eksim” berisiko karena bisa terdengar seperti klaim pengobatan.Dokumen maklon harus jelas.
Brand owner perlu tahu siapa produsen, siapa pemilik notifikasi, dan dokumen apa yang disediakan maklon.Formula harus sesuai bahan kosmetik yang diperbolehkan.
Persyaratan teknis bahan kosmetik diatur melalui Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2025 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetik, yang tercatat berstatus berlaku dan mencabut aturan teknis bahan kosmetik sebelumnya. (JDIH Badan POM RI)Promosi dan iklan juga perlu diperhatikan.
BPOM memiliki Peraturan BPOM Nomor 18 Tahun 2024 tentang Penandaan, Promosi, dan Iklan Kosmetik, sehingga klaim di marketplace, media sosial, brosur, dan iklan juga perlu selaras dengan label. (JDIH Badan POM RI)
Syarat Awal Daftar BPOM Kosmetik atau Notifikasi Kosmetik
Syarat dapat berbeda tergantung jenis produk, status brand, maklon, formula, bahan, klaim, dan asal produk. Namun, secara umum, berikut data dan dokumen yang perlu disiapkan.
1. Legalitas Brand atau Pelaku Usaha
Brand perlu memiliki data legalitas yang jelas. Legalitas ini membantu menentukan pihak yang bertanggung jawab terhadap produk kosmetik.
Data yang perlu disiapkan:
NIB atau legalitas usaha yang relevan;
nama pelaku usaha atau badan usaha;
alamat usaha;
data penanggung jawab;
nomor kontak aktif;
email aktif;
status sebagai brand owner, produsen, distributor, atau importir;
hubungan kerja sama dengan maklon jika produk diproduksi pihak lain.
Kesalahan umum adalah brand sudah membuat kemasan dengan nama usaha tertentu, tetapi dokumen legalitas, alamat, dan penanggung jawab belum sinkron.
2. Data Maklon atau Produsen Kosmetik
Banyak brand skincare menggunakan sistem maklon. Ini boleh saja, tetapi brand owner tetap perlu memahami dokumen produsen.
Data yang perlu diminta ke maklon:
nama produsen;
alamat fasilitas produksi;
legalitas produsen;
status fasilitas produksi;
PIC regulatory atau QA/QC;
formula atau komposisi;
spesifikasi produk;
dokumen bahan;
data varian;
draft label;
dokumen pendukung klaim jika tersedia;
status notifikasi;
siapa pemilik nomor notifikasi.
Brand owner sebaiknya tidak hanya bertanya “bisa urus BPOM atau tidak”, tetapi juga bertanya izin/notifikasi atas nama siapa, dokumen apa yang diberikan, dan bagaimana jika brand pindah maklon.
3. Formula dan Komposisi Produk
Formula adalah bagian penting dalam kosmetik. Komposisi harus sesuai dengan fungsi produk, klaim, dan persyaratan bahan kosmetik.
Data formula yang perlu disiapkan:
bahan utama;
bahan aktif;
bahan tambahan;
bahan pengawet;
bahan pewarna;
bahan pewangi;
bahan yang dibatasi;
konsentrasi bahan tertentu jika relevan;
fungsi masing-masing bahan;
dokumen bahan jika tersedia;
data formula per varian.
Contoh bahan atau klaim yang perlu lebih hati-hati:
niacinamide;
retinol;
AHA/BHA;
salicylic acid;
sunscreen agent;
fragrance;
essential oil;
brightening;
acne care;
anti-aging;
barrier repair;
sensitive skin;
SPF/PA.
Karena persyaratan teknis bahan kosmetik sudah diatur secara khusus, brand tidak boleh hanya mengikuti tren bahan tanpa memahami batasan dan fungsi produk. (JDIH Badan POM RI)
4. Draft Label Kosmetik
Label kosmetik harus direview sebelum cetak. Jangan sampai kemasan sudah dicetak ribuan pcs, lalu harus revisi karena klaim, komposisi, alamat, netto, atau peringatan belum sesuai.
Informasi yang perlu dicek pada label kosmetik:
nama produk;
nama brand;
fungsi produk;
cara penggunaan;
komposisi;
netto atau isi bersih;
nama dan alamat pihak yang bertanggung jawab;
kode produksi atau nomor batch;
tanggal kedaluwarsa atau masa berlaku;
peringatan jika diperlukan;
klaim produk;
nomor notifikasi setelah terbit;
varian produk jika ada.
Peraturan BPOM Nomor 18 Tahun 2024 mengatur penandaan, promosi, dan iklan kosmetik. Artinya, label dan materi promosi sebaiknya tidak dibuat terpisah tanpa sinkronisasi. (JDIH Badan POM RI)
Untuk review label sebelum cetak, gunakan Jasa Konsultan Label BPOM.
5. Klaim Skincare dan Kosmetik
Klaim adalah bagian yang sering membuat brand kosmetik berisiko. Banyak brand ingin terlihat kuat di pasar, lalu memakai klaim yang terlalu agresif.
Contoh klaim yang perlu hati-hati:
menghilangkan jerawat;
mengobati jerawat;
menyembuhkan eksim;
memutihkan permanen;
menghilangkan flek total;
menumbuhkan rambut botak;
tanpa efek samping;
aman untuk semua orang;
hasil instan;
skin barrier pulih total;
BPOM approved;
direkomendasikan BPOM.
Klaim kosmetik sebaiknya tetap berada dalam wilayah perawatan, kebersihan, pewangi, perlindungan, atau memperbaiki penampilan, bukan klaim pengobatan penyakit.
Contoh bahasa klaim yang lebih hati-hati:
| Klaim Berisiko | Alternatif Lebih Hati-Hati |
|---|---|
| Mengobati jerawat | Membantu merawat kulit berjerawat |
| Memutihkan permanen | Membantu kulit tampak lebih cerah |
| Menghilangkan flek total | Membantu menyamarkan tampilan noda hitam |
| Menyembuhkan iritasi | Membantu menenangkan kulit |
| Tanpa efek samping | Gunakan sesuai petunjuk |
| Aman untuk semua orang | Cocok untuk jenis kulit tertentu, jika relevan |
| Menumbuhkan rambut botak | Membantu merawat rambut dan kulit kepala |
| Hasil dalam semalam | Membantu kulit terasa lebih lembap/halus |
Alternatif klaim tetap harus disesuaikan dengan formula, fungsi produk, dokumen pendukung, dan kategori produk.
6. Data Varian Produk
Kosmetik sering memiliki banyak varian. Setiap varian perlu didata dengan rapi.
Contoh varian kosmetik:
serum brightening;
serum acne care;
moisturizer untuk kulit kering;
moisturizer untuk kulit berminyak;
sunscreen SPF berbeda;
body lotion aroma berbeda;
parfum varian aroma;
lip tint shade berbeda;
shampoo varian berbeda;
face wash untuk tipe kulit berbeda.
Data varian yang perlu disiapkan:
nama varian;
formula atau perbedaan formula;
warna;
aroma;
shade;
ukuran kemasan;
netto;
klaim;
label;
status dokumen;
status notifikasi.
Jangan menganggap semua varian otomatis bisa memakai dokumen yang sama. Jika formula, shade, aroma, klaim, atau kemasan berbeda, dokumen juga perlu dicek.
7. Dokumen Pendukung Klaim
Jika brand menggunakan klaim tertentu, dokumen pendukung perlu disiapkan.
Contoh klaim yang biasanya perlu perhatian tambahan:
SPF/PA;
dermatologically tested;
non-comedogenic;
hypoallergenic;
brightening;
anti-aging;
acne care;
sensitive skin;
vegan;
natural;
halal;
fragrance free;
alcohol free.
Dokumen pendukung bisa berasal dari data bahan, data formula, dokumen dari maklon, hasil pengujian, literatur bahan, atau dokumen lain sesuai kebutuhan klaim.
8. Data Kemasan dan Masa Simpan
Kosmetik harus memiliki kemasan yang sesuai dengan formula. Salah memilih kemasan bisa menyebabkan produk bocor, berubah aroma, berubah warna, atau tidak stabil.
Yang perlu dicek:
botol, tube, jar, pouch, sachet, pump, atau spray;
bahan kemasan primer;
kesesuaian kemasan dengan formula;
risiko reaksi bahan dengan kemasan;
ukuran kemasan;
netto;
label;
ruang untuk batch dan kedaluwarsa;
masa simpan;
cara penyimpanan.
Produk seperti sunscreen, serum aktif, parfum, body mist, essential oil, dan produk dengan bahan sensitif biasanya perlu perhatian lebih terhadap kemasan.
Cara Daftar BPOM Kosmetik atau Notifikasi Kosmetik Secara Umum
Berikut alur umum yang perlu dipahami brand owner.
1. Pastikan Produk Benar Masuk Kosmetik
Langkah pertama adalah memastikan produk benar termasuk kosmetik. Jika produk diminum, dimakan, atau dikonsumsi ke dalam tubuh, jangan langsung menyebutnya kosmetik.
Contoh produk yang perlu dimapping ulang:
collagen drink;
gummy vitamin;
kapsul rambut;
minuman herbal untuk kulit;
suplemen kecantikan;
jamu kecantikan;
serbuk minuman diet.
Jika produk bukan kosmetik, jalurnya bisa berbeda. Mulai dari Jasa Konsultan Izin Edar Produk.
2. Cek Legalitas Brand dan Penanggung Jawab
Pastikan legalitas brand sudah siap. Data usaha, alamat, dan pihak yang bertanggung jawab harus jelas.
Jika brand memakai maklon, pastikan hubungan dengan produsen tertulis dan dokumen produk tidak hanya berdasarkan komunikasi lisan.
3. Minta Dokumen dari Maklon atau Produsen
Brand owner harus meminta data maklon sejak awal, terutama formula, komposisi, spesifikasi produk, data bahan, dan draft label.
Pertanyaan penting kepada maklon:
Produk akan dinotifikasi atas nama siapa?
Siapa pemilik nomor notifikasi?
Apakah brand boleh menggunakan nomor notifikasi tersebut?
Apakah formula eksklusif?
Apakah label akan direview sebelum cetak?
Apakah data bahan tersedia?
Apakah ada dokumen pendukung klaim?
Bagaimana jika formula berubah?
Bagaimana jika brand pindah maklon?
Siapa yang bertanggung jawab jika ada koreksi?
4. Review Formula dan Bahan
Cek formula sebelum membuat klaim. Jangan membuat klaim brightening, acne care, anti-aging, atau sensitive skin jika formula dan dokumen pendukung belum jelas.
Persyaratan teknis bahan kosmetik telah diatur melalui Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2025, sehingga brand harus lebih berhati-hati dalam memilih dan mengomunikasikan bahan kosmetik. (JDIH Badan POM RI)
5. Review Label Sebelum Cetak
Label harus direview sebelum desain final dan cetak massal. Review label membantu menghindari revisi mahal.
Yang dicek:
nama produk;
fungsi;
komposisi;
cara penggunaan;
netto;
pihak bertanggung jawab;
peringatan;
klaim;
batch;
kedaluwarsa;
nomor notifikasi setelah terbit.
Gunakan Jasa Konsultan Label BPOM untuk mengurangi risiko kesalahan label.
6. Review Materi Promosi
Materi promosi juga perlu dicek karena promosi dan iklan kosmetik diatur bersama penandaan dalam Peraturan BPOM Nomor 18 Tahun 2024. (JDIH Badan POM RI)
Materi yang perlu direview:
caption Instagram;
konten TikTok;
deskripsi marketplace;
landing page;
banner iklan;
brosur;
katalog;
script live shopping;
testimoni;
video promosi;
klaim influencer atau affiliate.
Jangan sampai label sudah hati-hati, tetapi iklan terlalu agresif.
7. Ajukan Notifikasi Sesuai Mekanisme Resmi
Setelah dokumen siap, proses notifikasi mengikuti mekanisme resmi. Peraturan BPOM Nomor 21 Tahun 2022 menjadi rujukan tata cara pengajuan notifikasi kosmetika. (JDIH Badan POM RI)
Dalam prosesnya, data yang tidak konsisten dapat memicu koreksi. Karena itu, pastikan label, formula, data maklon, dan klaim sudah rapi sebelum pengajuan.
8. Cek Produk Setelah Nomor Notifikasi Terbit
Setelah nomor notifikasi terbit, brand dapat mengecek produk melalui portal Cek BPOM kategori Kosmetika. Portal Cek Produk BPOM menampilkan kategori KO Kosmetika dan memungkinkan pencarian produk berdasarkan nama produk, merek, NIE, nama pendaftar, atau komposisi. (cekbpom.pom.go.id)
Jangan mencetak nomor notifikasi sebelum nomor benar-benar terbit dan sesuai dengan data produk.
Tabel Checklist Daftar BPOM Kosmetik
| Komponen | Yang Perlu Dicek | Catatan Penting |
|---|---|---|
| Kategori produk | Kosmetik atau bukan | Beauty drink bukan kosmetik |
| Legalitas brand | NIB, data usaha, penanggung jawab | Harus sinkron dengan label |
| Maklon/produsen | Legalitas, alamat, dokumen produk | Brand harus paham dokumen |
| Formula | Bahan aktif, bahan tambahan, bahan dibatasi | Sesuaikan dengan aturan bahan kosmetik |
| Label | Nama, fungsi, komposisi, netto, peringatan | Review sebelum cetak |
| Klaim | Brightening, acne care, anti-aging, SPF | Jangan overclaim |
| Varian | Shade, aroma, ukuran, formula | Setiap varian perlu data jelas |
| Promosi | Marketplace, iklan, media sosial | Harus selaras dengan label |
| Dokumen pendukung | Data bahan, klaim, spesifikasi | Penting jika ada klaim khusus |
| Notifikasi | Nomor dan pemilik notifikasi | Harus jelas sejak awal |
Kesalahan Umum Saat Daftar BPOM Kosmetik
1. Mengira Kosmetik Memakai BPOM MD
Kosmetik tidak memakai BPOM MD. Produk kosmetik menggunakan notifikasi kosmetik.
2. Label Dicetak Sebelum Direview
Ini bisa menyebabkan biaya cetak ulang jika ada revisi komposisi, klaim, fungsi, peringatan, atau pihak bertanggung jawab.
3. Klaim Terlalu Medis
Klaim seperti “mengobati jerawat” atau “menyembuhkan eksim” berisiko karena terdengar seperti klaim pengobatan.
4. Mengikuti Klaim Kompetitor
Kompetitor memakai klaim tertentu bukan berarti klaim tersebut aman untuk produk Bapak/Ibu.
5. Tidak Meminta Dokumen Maklon
Brand owner harus meminta formula, spesifikasi produk, data bahan, status notifikasi, dan dokumen pendukung dari maklon.
6. Tidak Mengetahui Pemilik Nomor Notifikasi
Jika nomor notifikasi atas nama maklon, brand perlu memahami hak penggunaan dan konsekuensinya jika kerja sama berhenti.
7. Promosi Tidak Sama dengan Label
Label aman, tetapi marketplace dan iklan terlalu berlebihan. Ini tetap berisiko.
8. Beauty Drink Didaftarkan sebagai Kosmetik
Produk yang dikonsumsi perlu dimapping sebagai pangan, suplemen, herbal, atau kategori lain.
Cara Cek BPOM Kosmetik Setelah Terdaftar
Setelah produk memiliki nomor notifikasi, cek data melalui portal Cek BPOM.
Yang perlu dicocokkan:
nama produk;
nomor notifikasi;
merek;
pendaftar;
kemasan;
varian;
kategori kosmetika.
Portal Cek BPOM menampilkan daftar produk kosmetika dengan nomor registrasi, tanggal terbit, nama produk, merek, kemasan, dan pendaftar. (cekbpom.pom.go.id)
Jika data di kemasan berbeda dari data yang terdaftar, brand perlu mengecek kembali dokumen dan label.
Apakah Produk Kosmetik Impor Juga Perlu Notifikasi?
Ya. Produk kosmetik impor yang diedarkan di Indonesia tetap perlu dipetakan dokumennya. Perlu ada dokumen importir, principal, label Indonesia, formula, klaim, dan pihak yang bertanggung jawab.
Yang perlu disiapkan untuk kosmetik impor:
legalitas importir;
dokumen principal;
label asli;
label bahasa Indonesia;
komposisi;
spesifikasi produk;
dokumen bahan;
dokumen mutu jika tersedia;
klaim dari negara asal;
data pendaftar di Indonesia;
varian dan kemasan.
Jangan langsung menerjemahkan klaim kosmetik luar negeri ke bahasa Indonesia tanpa review. Klaim yang aman di negara asal belum tentu tepat digunakan di Indonesia.
Apakah Kosmetik Perlu Halal?
Produk kosmetik juga dapat membutuhkan sertifikasi halal, terutama jika brand ingin membangun kepercayaan di pasar muslim. Halal berbeda dari notifikasi kosmetik, tetapi keduanya sering dibutuhkan bersama.
Hal yang perlu dicek:
asal bahan;
bahan hewani;
gelatin;
fragrance;
emulsifier;
bahan impor;
pemasok bahan;
fasilitas produksi;
dokumen maklon;
status sertifikat halal;
penggunaan logo halal setelah sertifikat terbit.
Jangan mencetak logo halal sebelum sertifikat halal benar-benar terbit dan mencakup produk tersebut.
Kapan Harus Menggunakan Jasa Konsultan Daftar BPOM Kosmetik?
Bapak/Ibu sebaiknya menggunakan jasa konsultan jika:
baru pertama kali membuat brand skincare;
belum tahu produk masuk kosmetik atau kategori lain;
memakai maklon;
produk impor;
label belum pernah direview;
klaim menggunakan brightening, acne care, anti-aging, SPF, barrier repair, atau sensitive skin;
produk punya banyak varian;
ingin masuk marketplace, distributor, atau retail;
ingin mengurus halal juga;
tidak punya tim regulatory internal;
ingin menghindari revisi kemasan.
Konsultan tidak menjamin notifikasi pasti terbit. Namun, konsultan membantu mapping, review dokumen, review label, dan mengurangi risiko salah langkah.
Bagaimana EdarGo Membantu Daftar BPOM Kosmetik?
EdarGo membantu brand owner, maklon, produsen, distributor, dan importir kosmetik menyiapkan dokumen secara lebih rapi.
Layanan yang dapat dibantu:
mapping apakah produk benar masuk kosmetik;
checklist dokumen notifikasi kosmetik;
review label kosmetik;
review klaim skincare;
review formula dan komposisi secara awal;
checklist dokumen maklon;
checklist dokumen kosmetik impor;
review materi promosi dasar;
mapping kebutuhan halal;
pendampingan sesuai ruang lingkup yang disepakati.
Mulai dari Jasa Konsultan Izin Edar Produk.
Untuk review label dan klaim, gunakan Jasa Konsultan Label BPOM.
EdarGo tidak menjanjikan notifikasi pasti terbit. Keputusan tetap mengikuti sistem dan evaluasi lembaga berwenang. Fokus EdarGo adalah membantu dokumen, label, klaim, dan alur pengurusan menjadi lebih rapi.
Konsultasikan Produk Kosmetik dan Skincare Anda dengan EdarGo
Jika Bapak/Ibu ingin daftar BPOM kosmetik, mengurus notifikasi skincare, atau mengecek label dan klaim sebelum launching, konsultasikan terlebih dahulu dengan EdarGo.
WhatsApp: 0811-142-518
Perusahaan: PT. Apta Konsultan Indonesia
Alamat: JL. Kayu Manis Barat No. 78, Matraman, Jakarta Timur
Format pesan yang bisa dikirim:
Halo EdarGo, saya ingin konsultasi notifikasi kosmetik.
Produk saya: [serum/moisturizer/sunscreen/body lotion/parfum/dll]
Produksi: [maklon/produksi sendiri/impor]
Status label: [belum ada/sudah draft/sudah cetak]
Klaim utama: [brightening/acne care/anti-aging/SPF/dll]
Saya ingin cek dokumen, label, klaim, dan jalur notifikasi kosmetik.
Mulai dari sini: Jasa Konsultan Izin Edar Produk
FAQ Cara Daftar BPOM Kosmetik
1. Apakah kosmetik menggunakan BPOM MD?
Tidak. Kosmetik tidak menggunakan BPOM MD atau BPOM ML. Produk kosmetik menggunakan mekanisme notifikasi kosmetik.
2. Apa aturan tata cara notifikasi kosmetik?
Tata cara pengajuan notifikasi kosmetika diatur dalam Peraturan BPOM Nomor 21 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pengajuan Notifikasi Kosmetika. (JDIH Badan POM RI)
3. Apakah label kosmetik harus direview sebelum cetak?
Sangat disarankan. Label, promosi, dan iklan kosmetik diatur melalui Peraturan BPOM Nomor 18 Tahun 2024 tentang Penandaan, Promosi, dan Iklan Kosmetik. (JDIH Badan POM RI)
4. Apakah klaim skincare seperti “mengobati jerawat” aman?
Klaim seperti itu perlu dihindari atau direview karena terdengar seperti klaim pengobatan. Klaim kosmetik sebaiknya tetap berada dalam wilayah perawatan dan penampilan.
5. Apakah bahan kosmetik ada aturannya?
Ya. Persyaratan teknis bahan kosmetik diatur melalui Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2025 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetik. (JDIH Badan POM RI)
6. Bagaimana cara cek kosmetik yang sudah terdaftar?
Produk kosmetik dapat dicek melalui portal Cek BPOM pada kategori Kosmetika. Portal Cek Produk BPOM memungkinkan pencarian berdasarkan nama produk, merek, NIE, nama pendaftar, atau komposisi. (cekbpom.pom.go.id)
7. Apakah kosmetik impor juga perlu notifikasi?
Ya. Kosmetik impor yang diedarkan di Indonesia tetap perlu dipetakan dokumen, label Indonesia, pendaftar, principal, komposisi, dan klaimnya.
8. Apakah EdarGo menjamin notifikasi kosmetik pasti terbit?
Tidak. EdarGo membantu mapping, review dokumen, review label, review klaim, dan pendampingan. Keputusan tetap mengikuti sistem dan lembaga berwenang.

Komentar
Posting Komentar